TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, harus terhenti di babak semifinal Taipei Open 2026.
Bertanding di Taipei Arena, Sabtu (1/8/2026), Rehan/Gloria harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, dalam duel berdurasi 41 menit.
Pada pertemuan pertama kedua pasangan, wakil Indonesia kalah dua gim langsung dengan skor 17-21, 20-22.
Hasil tersebut mengakhiri perjalanan impresif Rehan/Gloria yang sebelumnya sukses mencatatkan pencapaian terbaik mereka sepanjang musim 2026 dengan menembus empat besar turnamen BWF World Tour.
Ya, meski gagal melangkah ke partai puncak, pencapaian pasangan non-pelatnas ini tetap menjadi catatan positif.
Terutama bagi Rehan yang baru beberapa bulan kembali bertanding setelah menjalani pemulihan cedera lutut serius.
Baca juga: Fakta Semifinal Taipei Open 2026: Misi Rehan/Gloria & Leo/Daniel Jaga Estafet Juara Indonesia
Pada gim pembuka, pertandingan berlangsung seimbang hingga skor 4-4. Namun setelah itu Yuta/Maya mulai mengambil alih kendali permainan.
Pasangan Jepang tampil lebih rapi dalam mengatur tempo dan terus menjaga keunggulan hingga akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17.
Rehan/Gloria mencoba memberikan respons pada gim kedua. Namun mereka kembali berada dalam tekanan setelah tertinggal cukup jauh 5-11 saat interval.
Meski demikian, pasangan Indonesia yang kini memiliki peringkat 95 di ranking BWF ini menunjukkan mental pantang menyerah.
Perlahan mereka memangkas selisih angka bahkan mampu menyamakan kedudukan menjadi 17-17 sehingga pertandingan kembali berlangsung ketat.
Sayangnya, pada poin-poin kritis Rehan/Gloria gagal menjaga konsistensi.
Yuta/Maya memanfaatkanya untuk mengakhiri perlawanan wakil Indonesia dengan skor 22-20 sekaligus memastikan tiket ke final.
Walaupun gagal melangkah ke final, hasil di Taipei Open menjadi pencapaian yang layak diapresiasi.
Sebelum mencapai semifinal, Rehan/Gloria membuat kejutan dengan menyingkirkan pasangan Thailand Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn, yang menempati peringkat 55 dunia atau sekitar 40 tingkat di atas mereka.
Rehan/Gloria menang melalui pertarungan tiga gim 17-21, 21-16, 21-10 dalam waktu 47 menit.
Keberhasilan tersebut menjadi sangat berarti karena Rehan baru kembali ke lapangan beberapa bulan terakhir setelah menjalani pemulihan panjang akibat cedera robek anterior cruciate ligament (ACL) dan meniskus lutut kiri yang dialaminya saat tampil di Macau Open 2025.
Cedera itu memaksanya menepi selama sekitar sembilan bulan sebelum akhirnya comeback pada Singapore Badminton Open 2026 pada Mei lalu.
Sejak kembali bertanding, Rehan dan Gloria perlahan menemukan kembali ritme permainan mereka.
Mereka sempat mencapai perempat final turnamen Super 500 BWF di Australia Open pada Juni lalu.
Kini, penampilan hingga semifinal Taipei Open 2026 menjadi bukti bahwa proses pemulihan berjalan ke arah yang positif.
Capaian terbaru ini juga sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Meski langkah mereka terhenti di empat besar, performa Rehan/Gloria menunjukkan bahwa pasangan ini mulai kembali kompetitif dan berpeluang menjadi ancaman bagi pasangan-pasangan papan atas dunia apabila mampu menjaga konsistensi.
(Tribunnews.com/Tio)