TRIBUNBENGKULU.COM - Motif di balik dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya (32) mulai terungkap.
Polisi menduga peristiwa tersebut dipicu konflik internal keluarga yang telah berlangsung cukup lama. Keluarga Jesslyn disebut tidak merestui hubungan asmara korban dengan calon suaminya, Evan.
Dugaan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan.
Menurut Roby, penolakan keluarga terhadap hubungan Jesslyn dan Evan diduga menjadi pemicu aksi penjemputan paksa yang terjadi di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
"Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat konflik keluarga terkait hubungan korban dengan calon suaminya," ungkap Roby.
Polisi menyebut penjemputan tersebut melibatkan lima pria berbadan besar yang diduga diperintahkan oleh pihak keluarga.
Setelah dibawa dari lokasi kejadian, Jesslyn diketahui melakukan perjalanan melalui Bandara Ahmad Yani Semarang sebelum terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand.
Dalam perjalanan tersebut, Jesslyn disebut tidak sendirian. Ia didampingi oleh ibu dan tantenya.
Sementara itu, calon suami Jesslyn, Evan, mengungkapkan bahwa dirinya dan Jesslyn sebenarnya telah berencana melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Namun, menurut Evan, hubungan mereka sejak awal tidak mendapat restu dari keluarga Jesslyn. Perselisihan terkait hubungan asmara itu disebut telah berlangsung sejak 2025.
Konflik yang berlarut-larut tersebut diduga menjadi latar belakang terjadinya penjemputan paksa terhadap Jesslyn.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk peran masing-masing pihak yang diduga terlibat.
Sementara itu, keberadaan Jesslyn diketahui masih berada di Bangkok, Thailand.
Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh dugaan penculikan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
Unggahan Jessylyn Sebelum Diculik
Sebelum kabar hilangnya mencuat, Jesslyn diketahui sempat mengunggah sebuah postingan di akun Instagram pribadinya yang kini menjadi sorotan.
Unggahan tersebut dibuat pada Minggu (12/7/2026), atau satu hari sebelum dugaan penculikan terjadi.
Dalam postingan itu, Jesslyn terlihat mengenakan bucket hat, celana pendek, dan baju tanpa lengan. Ia juga tampak memegang stik golf dalam foto tersebut.
Pada keterangan unggahannya, Jesslyn menuliskan kalimat berbahasa Inggris, "out to whack some".
Unggahan terakhir Jesslyn itu kemudian ramai diperbincangkan setelah dirinya dikabarkan hilang usai diduga dibawa paksa oleh sejumlah pria.
Jesslyn yang diketahui tinggal di sebuah apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara, diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri acara ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Menurut kuasa hukum pelapor, Andi Darti, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.45 WIB ketika acara ulang tahun akan dimulai.
Saat itu, disebutkan ada lima pria yang datang ke lokasi acara.
Dua dari lima pria tersebut kemudian diduga langsung mendekati Jesslyn dan menutup matanya sebelum membawanya menuju sebuah mobil berwarna hitam.
"Sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban secara tiba-tiba ditutup matanya," kata Andi.
Berdasarkan keterangan saksi, Jesslyn sempat melakukan perlawanan saat dibawa oleh para pria tersebut.
Ia disebut berusaha meloloskan diri dan keluar dari kendaraan.
"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ujar Andi.
Setelah mobil tersebut meninggalkan lokasi kejadian, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Jesslyn.
Handphone milik Jesslyn disebut tidak aktif. Begitu pula dengan sejumlah akun media sosialnya yang tidak dapat diakses.
Karena merasa khawatir, teman dekat Jesslyn berinisial NAH (37) kemudian melaporkan dugaan peristiwa tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Keluarga Pilih Jaga Privasi
Sementara itu, pihak keluarga Jesslyn memilih tidak memberikan banyak keterangan terkait kasus tersebut.
Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, mengatakan pihaknya masih menghormati privasi keluarga maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai komunikasi dengan pihak keluarga maupun hubungan pribadi antara pelapor dan terlapor, karena merupakan bagian dari privasi para pihak dan berkaitan dengan proses yang berjalan," ujar Andi.