TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Warga mengurai curhatan setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax turun.
Harga Pertamax diketahui turun Rp 300 per liter menjadi Rp 15.950 mulai Sabtu (1/8/2026).
Kendati demikian, sejumlah pengguna menilai penurunan harga tersebut belum memberikan dampak yang berarti terhadap pengeluaran mereka.
Salah satunya Toto (25), pengguna Pertamax, yang mengaku penurunan harga kali ini nyaris tidak terasa.
"Jujur cuma turun Rp 300, jadi ya enggak berasa apa-apa kalau buat dompet mah," ungkap dia saat ditemui Kompas.com di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Toto, alasan ia tetap menggunakan Pertamax saat ini bukan lagi karena faktor harga, melainkan karena antrean pengisian yang lebih singkat dibanding Pertalite.
"Karena sejak harganya (Pertamax) naik, banyak tuh yang pindah ke Pertalite dan bisa mengantre ada kali 100 meter mah. Jadi mending Pertamax," ucap dia.
Hal serupa disampaikan pengendara lainnya, Pras (23).
Pras memperkirakan penurunan harga sebesar Rp 300 per liter belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengeluarannya.
"Turunnya cuma Rp 300, jadi kayaknya enggak berpengaruh deh. Kalau full tank 5 liter, cuma turun Rp 1.500, belum keliatan berpengaruh. Sementara dibanding harga lama, naiknya bisa sekitar Rp. 15.000 untuk full," kata dia saat ditemui Kompas.com di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu.
Meski demikian, Pras masih menggunakan Pertamax dalam kondisi tertentu, terutama ketika terburu-buru berangkat kerja.
"Saya suka buru-buru kalo berangkat kerja, jadi kalau pagi buru-buru belinya Pertamax, paling mentok beli dua liter. Sisanya dioplos Pertalite buat penuhin pas malemnya, pas engga ngantre," ujar dia.
Pras berharap harga Pertamax dapat terus menyesuaikan dengan dinamika harga minyak dunia sehingga bisa lebih meringankan beban masyarakat.
"Kayaknya kalau balik ke Rp 12.000 bakal susah ya, tapi minimal mengikuti dinamika harga minyak dunia, kalo pas yang lain turun, ikut turun lah jangan nangkring di Rp 16.000," tutur dia.
"Mungkin bisa turun at least sampai ke Rp 13.000 atau Rp 14.000 kali ya. Soalnya kan bensin itu ngisi nya sering. Jadi walaupun rasanya enggak terlalu gede jauhnya, tapi kalo diakumulasi berasa juga membengkak pengeluaran," tambah dia.
Pengendara lainnya, Anwar (30) memperkirakan selisih biaya yang dihemat dari penurunan harga Pertamax relatif kecil.
"Kalau (perhitungan) kasar ya sekali isi dua liter, selisih cuma Rp 600 perak. Kecil juga jadi engga ada apa-apa kayaknya," ucap dia.
Harga BBM non-subsidi Pertamax Series, seperti Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo turun.
Harga Pertamax yang memiliki RON 92, turun dari awalnya Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 per liter.
Kemudian, Pertamax Green 95 turun dari Rp 17.000 ke Rp 16.600 per liter.
Adapun Pertamax Turbo turun menjadi 18.300 dari awalnya Rp 19.300 per liter.
Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti DKI Jakarta.
Sumber: Kompas.com