BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Dari tujuh lokasi yang dilaporkan, sebagian titik masih dalam proses penanganan, sementara beberapa lainnya belum dapat diverifikasi langsung di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.IP., mengatakan laporan karhutla tersebut tersebar di Kecamatan Sungai Tabuk, Cintapuri Darussalam, Aranio, Martapura Barat, hingga Martapura dan Gambut.
Di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, patroli udara mendeteksi titik api dengan perkiraan lahan terbakar sekitar empat hektare.
Baca juga: Kunjungi Posko Karhutla di Pengayuan Banjarbaru, Menko Polhukam Disambut Kebakaran Lahan
Kondisi tersebut masih berstatus belum terverifikasi karena BPBD belum mendapatkan konfirmasi dari pemerintah desa maupun kecamatan setempat.
Kondisi serupa terjadi di Desa Karya Makmur, Kecamatan Cintapuri Darussalam, dengan estimasi lahan terbakar sekitar lima hektare. Titik api dilaporkan masih aktif dan masih dalam pemantauan.
Sementara itu, di kawasan Tahura, Kecamatan Aranio, patroli udara mendeteksi kebakaran dengan perkiraan luas sekitar tiga hektare. Lokasi kebakaran berada di kawasan Tahura dan di luar area Hak Guna Usaha (HGU). Kondisi lapangan juga masih menunggu verifikasi.
"Untuk beberapa titik masih dalam pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan. Data yang kami sampaikan ini masih bersifat sementara," ujar Wasis.
Karhutla juga dilaporkan terjadi di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat. Asap tebal terlihat dari seberang Sungai Martapura, namun lokasi sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga diusulkan penanganan menggunakan water bombing.
Namun, operasi water bombing belum dapat langsung dilakukan karena dua helikopter yang tersedia masih menjalankan operasi di kawasan Ring satu Bandara.
Penanganan di lokasi tersebut masih menunggu dukungan lebih lanjut. Adapun kebakaran di Desa Benua Anyar, Kecamatan Sungai Tabuk, dengan estimasi luas lahan terbakar sekitar 10 hektare, telah mendapat penanganan melalui operasi water bombing.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperlambat penyebaran api di area yang terbakar.
Penanganan darat juga dilakukan di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura. BPBD Kabupaten Banjar bersama TNI, Polri, PMI, relawan BPK dan Poslap Martapura Barat melakukan pemadaman setelah menerima laporan kebakaran yang mengarah ke kebun karet warga di seberang Kubah Datu Bagul.
Pada lokasi tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare, dengan sekitar tujuh hektare telah berhasil ditangani.
Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, dengan kondisi tanah kering dan gambut.
Pemadaman berlangsung sejak pukul 13.36 hingga 15.35 Wita. Namun, api belum sepenuhnya padam sehingga tim gabungan masih melanjutkan penanganan.
"Kendalanya sumber air sulit dan titik api berada di tengah area. Kondisi medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air dan banyaknya titik api menyebabkan pemadaman belum dapat diselesaikan secara menyeluruh," jelas Wasis.
Baca juga: Karhutla di Tapin Dua Kali Muncul di Lokasi Sama, BPBD Ingatkan Ancaman Pidana bagi Pembakar Lahan
Sementara itu, laporan dugaan karhutla di wilayah Handil Malang, Tambak Sirang Baru, Kecamatan Gambut, telah diverifikasi oleh Poslap Beruntung Baru.
Hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan adanya titik api sehingga lokasi dinyatakan aman dan tetap dipantau secara berkala.
Selain laporan kejadian karhutla, pemantauan satelit pada Sabtu (1/8/2026) juga mendeteksi delapan titik hotspot di wilayah Kabupaten Banjar. Hotspot tersebut tersebar di Kecamatan Sungai Tabuk satu titik, Martapura Barat tiga titik, Paramasan dua titik, serta Cintapuri Darussalam dua titik. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)