Sarweni Meracik Tahu Telur Legendaris Khas Kudus Sejak Tahun 1997 di Tenda
Daniel Ari Purnomo August 01, 2026 07:28 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Uap tipis masih membumbung dari alas kertas minyak berbentuk kelopak bunga saat sepiring tahu telur hangat dihidangkan.

Olahan potongan tahu goreng menyatu erat dengan gurihnya kocokan telur matang yang berwarna menguning keemasan.

Tekstur bagian luarnya terasa renyah berkerak dengan kilauan sisa minyak goreng di bawah pendar sinar matahari siang.

Baca juga: Bukan untuk Kuliner Malam, Jalan Vihara Purwokerto Bakal Jadi Ruang Publik Dilengkapi Bangku Taman

Pada bagian atasnya terhampar gunungan bahan pelengkap yang ditata secara rapi.

Racikan tersebut mencakup kesegaran taoge renyah, irisan tipis daun kol sehalus pita, cincangan bawang segar, serta taburan bawang goreng keemasan.

Siraman saus kacang berwarna merah bata mengalir perlahan di antara sela-sela potongan tahu.

Saus tersebut menghadirkan aroma manis gurih yang merekat kuat dari paduan kecap, cabai, serta rempah khas masakan rumah tangga Kudus.

Setiap gigitan menyuguhkan variasi tekstur yang kaya dari sensasi garing di luar hingga kelembutan di bagian dalam.

Cita rasa gurih dari telur pun berpadu secara harmonis dengan kelezatan bumbu kacang yang legit.

Tahu telur bukan sekadar santapan jalanan biasa melainkan warisan cita rasa yang terus bertahan menembus ruang waktu.

Penyajikan yang bersahaja menyimpan memori berharga tentang kelihaian jemari penjual yang meracik bumbu berdasarkan ingatan hafalan.

Kuliner ini menegaskan identitas Kota Kudus yang menyimpan kekayaan rasa di tiap penjuru wilayahnya.

Berjualan Tiga Dekade

Di sudut Jalan Pangeran Puger Kota Kudus, seorang wanita berusia 52 tahun telah memproduksi racikan kuliner ini selama nyaris tiga dekade.

Berbekal peneduh tenda yang bersahaja, perempuan bernama Sarweni tersebut setiap hari menyajikan kelezatan tahu telur kepada para pelanggan setianya.

“Saya jualan tahu telur sejak 1997,” katanya singkat saat ditemui di lapak jualannya, Sabtu (1/8/2026).

Tiap kali menerima pesanan dari pembeli, Sarweni bergegas meramu bumbu kacangnya.

Jemari tangannya yang mulai mengeriput tampak cekatan mengulek kacang tanah yang dipadukan dengan kecap manis.

Kombinasi gurihnya kacang serta manisnya kecap menjadi fondasi utama dalam kenikmatan sajian tahu telur.

Bagi pemesan yang menyukai rasa pedas, ia akan menambahkan beberapa biji cabai segar ke dalam ulekan.

Meracik Bumbu Khas

Secara bersamaan, Sarweni memecahkan telur ayam untuk dicampurkan dengan potongan tahu berbentuk dadu.

Adonan tahu dan telur ini kemudian digoreng di dalam wajan hingga warnanya berubah menjadi kuning keemasan.

Setibanya olahan tahu dan telur matang, ia langsung mengangkatnya dari penggorengan untuk dicampurkan ke mangkuk bumbu kacang halus.

Sajian tahu telur menjadi kian sempurna sewaktu dipindahkan ke atas piring beralaskan kertas minyak.

Bagian puncaknya lantas diberi taburan irisan kol, taoge, bawang goreng, serta daun seledri guna memperkuat cita rasa bagi setiap penikmatnya.

“Kalau bumbu khusus paling rempah-rempah, misalnya salam dan laos,” kata Sarweni.

Proses dari awal meracik bumbu sampai masakan siap dihidangkan di meja pemesan berlangsung amat cepat.

Sarweni hanya memerlukan waktu pengerjaan kurang lebih selama lima menit saja.

Kecepatan dan ketepatannya dalam menyajikan hidangan merupakan hasil dari tingginya pengalaman berjualan selama bertahun-tahun.

Harga Sangat Terjangkau

Para penikmat tahu telur buatan Sarweni diberi kebebasan memilih pendamping karbohidrat berupa nasi putih atau lontong.

Satu porsi penuh tahu telur beserta nasi atau lontong tersebut dibanderol Sarweni dengan harga Rp13 ribu saja.

Kehadiran kuliner ini menjadi favorit bagi Umam Miftah (34), salah seorang warga yang sehari-hari bekerja di area Kota Kudus.

Pria tersebut terbiasa menyantap hidangan tahu telur racikan Sarweni di sela rutinitas pekerjaannya.

Menurut pandangannya, tahu telur tidak sekadar nikmat dan mengenyangkan, tetapi juga dipatok dengan harga yang sangat ramah di kantong.

“Harganya termasuk terjangkau karena seporsi Rp 13 ribu,” kata Umam.

Bagi Umam, kenikmatan tahu telur sebagai santapan khas Kudus terasa sangat sempurna.

Perpaduan gurihnya telur yang menyatu dengan lembutnya tahu serta siraman bumbu pelengkap menjadikan sajian ini pilihan saat istirahat kerja.

“Campuran tahu dan telurnya itu enaknya luar biasa,” kata Umam. (Goz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.