TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Nurul Hasani di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (1/8/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program Gema Membangun Desa (GMD) 2026 yang telah berlangsung selama tiga hari di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur melihat langsung kondisi fisik pesantren serta menyerap aspirasi pengelola terkait berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan bagi para santri.
Gubernur Ria Norsan mengungkapkan bahwa kunjungan ke lembaga pendidikan keagamaan ini bertujuan untuk memetakan secara langsung kekurangan sarana dan prasarana penunjang yang ada di lapangan.
"Kita meninjau dalam rangka kegiatan Gema Membangun Desa yang kita laksanakan sudah tiga hari. Hari ini, insya Allah dalam kunjungan kita ini kita melihat fasilitas, kemudian juga kekurangan-kekurangan pondok pesantren ini. Kita lihat masih banyak kekurangan pondok ini, terutama dari sisi sarana dan prasarananya," kata Norsan.
Melihat kondisi tersebut, Norsan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Selain alokasi hibah dari pemerintah daerah, ia mendorong keterlibatan lembaga amil zakat untuk membantu penunjang pendidikan santri.
"Mudah-mudahan ke depannya pemerintah daerah bisa membantu melalui hibah dan lain sebagainya. Dan juga dari Baznas mungkin bisa membantu untuk beasiswa pendidikan anak-anak pondok ini," ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar Pondok Pesantren Nurul Hasani terus mencetak generasi penerus yang berilmu dan berakhlak.
"Dan mudah-mudahan kita doakan pondok ini menjadi pondok yang baik, yang bisa nanti menelurkan alim ulama dari pondok ini," ucapnya.
Baca juga: Malam Ramah Tamah GMD Meriah, Ria Norsan Berharap Bawa Keberkahan bagi Warga Kayong Utara
Selain meninjau fasilitas pembelajaran, Norsan turut menanggapi inisiatif pihak pesantren yang tengah merancang pembangunan waduk di kawasan Gunung Tujuh.
Waduk tersebut diproyeksikan menjadi sumber air baku utama bagi pesantren, serta direncanakan dapat mendistribusikan kelebihan pasokan air kepada masyarakat sekitar.
Saat ini, progres fisik pembangunan waduk diperkirakan baru mencapai 30 persen.
Norsan menilai proyek swadaya tersebut sebagai langkah strategis untuk mengatasi kelangkaan air bersih di Kecamatan Teluk Batang.
Khususnya saat musim kemarau ketika sumber air warga cenderung berasa asin.
"Itu sangat perlu sekali untuk menampung air, berupa waduk. Itu pemikiran sangat baik sekali. Kenapa? Kalau musim kemarau kan airnya asin di sini. Jadi buat waduk cukup besar untuk menampung air, kemudian nanti bisa diolah menjadi air bersih, kemudian disalurkan ke pondok pesantren. Mudah-mudahan cepat selesai waduknya," jelas Norsan.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasani, KH. Badri Rofi'i, menyambut baik kehadiran jajaran Pemprov Kalbar.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kelangsungan pendidikan berbasis pesantren di daerah.
"Alhamdulillah, hari ini kami mendapat kunjungan dari Gubernur Kalimantan Barat. Kami sangat bahagia dan mengapresiasi kunjungan beliau," ujar KH. Badri.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Kalbar menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis, meliputi bantuan uang tunai, perlengkapan sarung, serta perlengkapan pendukung lainnya.
KH. Badri berharap komitmen yang disampaikan oleh Gubernur dapat terealisasi secara bertahap demi menunjang operasional dan kemajuan sarana pesantren.
"Mudah-mudahan apa yang sudah dibantukan dan dijanjikan oleh Pak Gubernur dapat terealisasi, bahwa beliau akan mendukung dan mengawal pondok ini dalam segala lini kemajuan, terutama sarana dan prasarana. Insya Allah beliau akan mendukung kita, itu harapan kami. Mudah-mudahan itu terlaksana," pungkasnya. (*)