Pemkab Pangandaran Perlebar Jalan Pantai Barat untuk Urai Kemacetan Wisata
ferri amiril August 01, 2026 07:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera merealisasikan proyek pelebaran jalan kawasan wisata Pantai Barat sepanjang 2,3 kilometer. 

Ruas yang akan ditata membentang dari kawasan Cagar Alam hingga Taman Sunset sebagai upaya mengurai kemacetan akibat terus meningkatnya jumlah wisatawan.

Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi dan Infrastruktur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti, mengatakan pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak karena lonjakan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat signifikan.

"Kalau berdasarkan data hitungan rata-rata kunjungan dari tahun 2024 sangat signifikan. Saya dapat data kunjungan ini dari Kabid Retribusi," ujar Irna kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Sabtu (1/8/2026) siang. 

Berdasarkan data Disparbud Kabupaten Pangandaran, rata-rata kunjungan harian wisatawan pada 2024 mencapai 4.528 orang. 

Baca juga: Menikmati Pizza Tungku dan Matahari Terbenam dari Rooftop Hotel di Pangandaran

Angka tersebut meningkat menjadi 7.330 orang per hari pada 2025. Sementara hingga Juni 2026, rata-rata kunjungan harian sudah menembus lebih dari 11 ribu wisatawan.

"Jadi dengan kenaikan yang sangat signifikan ini tentunya pemerintah perlu memberikan kenyamanan kepada wisatawan, yaitu dengan rencana pelebaran jalan di Pantai Barat," katanya.

Tentu, pelebaran jalan akan dilakukan ke arah pantai dengan penambahan badan jalan beraspal selebar dua meter. 

Selain itu, pemerintah pun akan membangun trotoar bagi pejalan kaki selebar dua meter yang dilengkapi sistem drainase.

"Direncanakan dilebarkan ke arah pantai dua meter dan diberi trotoar juga dua meter, kemudian dilengkapi drainase," ucap Irna.

Menurut Irna, proyek tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan, tapi juga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan, terutama pada jalur yang menghubungkan kawasan hotel dengan Kampung Turis.

Ia menyebut kepadatan kendaraan paling sering terjadi saat jam makan siang hingga sore hari, bersamaan dengan waktu wisatawan melakukan check out dari hotel.

"Untuk pendanaan, proyek fisik pelebaran jalan berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran," ujarnya. 

Sementara pihak Disparbud Kabupaten Pangandaran hanya mengalokasikan anggaran untuk tahap persiapan pembangunan.

"Sumber anggarannya ada di PU. Yang membangun nanti PU, bukan di kami. Kalau di kami hanya ada anggaran untuk persiapan pembangunan saja," kata Irna.

Terkait proses pembebasan lahan, Irna belum memberikan rincian. Namun, karena pelebaran dilakukan ke arah pantai, pemerintah berharap dampaknya terhadap lahan milik warga dapat diminimalkan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.