- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin, tepatnya di kawasan Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Insiden ini merenggut nyawa tujuh orang, terdiri dari lima mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), seorang sopir truk tangki, serta seorang remaja karang taruna.
Rombongan mahasiswa KKN dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel diketahui sedang dalam perjalanan rekreasi menuju Sungai Alut, Kecamatan Mantewe.
Saat melintas di jalur alternatif, kendaraan rombongan bertabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM).
Benturan keras menyebabkan enam orang tewas seketika, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan.
Selain korban meninggal, terdapat satu orang luka-luka yang kini dirawat di rumah sakit.
Berikut daftar korban tewas:
Mahasiswa ULM: 2 orang
Mahasiswa UNU Kalsel: 3 orang
Sopir truk tangki: 1 orang
Remaja karang taruna: 1 orang
Seluruh korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat di Tanahbumbu.
Sebagai informasi, jalur alternatif sepanjang 104–152 kilometer ini memangkas waktu tempuh dari 5–7 jam menjadi hanya 2,5–3 jam.
Namun, kondisi jalan yang berkelok, menanjak, dan menurun tajam membuat jalur ini rawan kecelakaan.
Berikut ini kami rangkum sejumlah fakta terkait jalur alternatif:
1. Kontur jalan berbahaya: naik-turun dan berkelok tajam.
2. Akses logistik strategis: menghubungkan kawasan industri Kalsel menuju IKN.
3. Penerangan jalan: menggunakan tenaga surya di titik perbatasan.
4. Pengaman jalan: guardrail dan lampu lalu lintas dipasang di titik rawan.
5. Kawasan konservasi: jalur melintasi hutan lindung sehingga pengendara diimbau berhati-hati.
Merespons kejadian ini, relawan dan aparat kepolisian setempat langsung melakukan evakuasi serta pendataan korban.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kronologi lengkap kecelakaan dan memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis.
Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Muhammad Fikri Syahrin