Penyebab 2 Kios Pasar Sore di Buton Terbakar, Diduga Korsleting Sehari Usai Ganti Meteran Listrik
Desi Triana Aswan August 01, 2026 09:48 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dua unit kios pedagang di Pasar Sore, Desa Ambuau Togo, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (1/8/2026) dini hari. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.30 WITA ini diduga bermula dari korsleting listrik, hanya berselang sehari setelah pergantian meteran listrik di lokasi kejadian.

Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan beserta seluruh isi dagangan dari dua pemilik berbeda dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.

Kios pertama yang terbakar merupakan milik Wafarida (49), warga Desa Ambuau Togo, yang mengalami kerugian terbesar sekitar Rp20 juta.

Berbagai barang berharga dan inventaris usaha milik korban hangus, meliputi satu unit kulkas keluarga, satu unit kulkas produksi, stok barang sembako, serta aneka sayuran.

Sementara itu, kios kedua milik Lajurumani (60), warga Desa Ambuau Indah, mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Barang dagangan yang turut musnah terbakar terdiri dari satu setengah karung bawang merah, satu karung bawang putih, berbagai bumbu dapur dan sayuran. 

Kasi Humas Polres Buton IPTU Awar mengatakan rangkaian peristiwa bermula pada Kamis (30/7), ketika petugas PLN melakukan penggantian alat pengukur dan pembatas daya atau kWh meter di kios milik Wafarida.

Baca juga: Akibat Bakar Sampah, Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Poasia Kendari Sebelum Sambar Rumah

Keesokan harinya, Jumat (31/7) pukul 21.00 Wita, Wafarida menutup kiosnya seperti biasa dan berjalan pulang menuju rumah tinggalnya yang terletak tepat di bagian belakang bangunan kios tersebut.

Korban kemudian beristirahat dan tidur sekitar pukul 23.00 WITA.

"Menjelang dini hari, Wafarida terbangun secara tiba-tiba setelah mendengarkan suara gemeretak api yang tengah membakar material bangunan. Saat keluar rumah untuk memeriksa keadaan, ia mendapati bagian kiosnya telah berkobar dilalap api," ujarnya. 

Seketika, korban berteriak meminta tolong hingga memancing perhatian warga sekitar.

Warga Desa Ambuau Togo yang sigap langsung berdatangan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api dengan alat seadanya guna mencegah api merembet ke bangunan lain.

Berkat kerja sama warga, api akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 02.10 WITA.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Baubau, Alimani, mengungkapkan bahwa insiden kebakaran ini kuat dugaan dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

Kendati demikian, pihak instansi baru menerima laporan resmi ihwal peristiwa tersebut pada Sabtu pagi pukul 05.00 WITA.

"Dugaan korsleting listrik. Jam lima baru (05.00 WITA) dapat laporan resmi," ujar Alimani saat dikonfirmasi.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam insiden nahas ini.

Namun, musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi para pedagang kecil yang harus menanggung kerugian materiel di tengah roda perekonomian harian yang tengah berjalan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.