Tangani Korban Kecelakaan Maut Mahasiswa KKN di Tanahbumbu, Begini Kesaksian Nakes Puskesmas Mantewe
Hari Widodo August 01, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN-  Polres Tanahbumbu masih mendalami insiden kecelakaan maut di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin yang menewaskan tujuh orang dan mengakibatkan satu orang luka berat pada Sabtu (1/8/2026). 

Di balik penanganan darurat pascainsiden, tim medis Puskesmas Mantewe sempat berjuang menyelamatkan dua korban yang berhasil tiba di fasilitas kesehatan dalam kondisi masih bernapas.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Muhammad Maulana, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan kecelakaan, pihaknya langsung mengerahkan armada ambulans ke lokasi kejadian. 

Namun, penanganan awal terhadap empat korban pertama dilakukan menggunakan mobil pikap warga yang bergerak lebih cepat menuju puskesmas.

Baca juga: Tujuh Tewas Kecelakaan Mahasiswa KKN di Tanahbumbu, Ini Identitas 1 Korban Selamat 

Dari empat korban rombongan awal tersebut, dua orang dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba.

Sementara itu, dua korban lain yang mengalami luka berat, yakni pendamping desa bernama Tegar serta seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bernama M. Fahrizal Hasbi, langsung mendapatkan perawatan intensif darurat dari tim medis.

"Dua orang meninggal waktu sampai, dua orang lain itu Pak Tegar pendamping dari Desa Batulicin Irigasi dan satu mahasiswa ULM masih hidup, keduanya mengalami luka berat," ujar Maulana.

Dalam proses penanganan medis tersebut, Tegar akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka parah di bagian kepala serta patah tulang pada tangan dan kaki. 

Sementara itu, Fahrizal yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut segera dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.

Ambulans Puskesmas Mantewe yang dikerahkan ke lokasi kejadian melakukan evakuasi secara bertahap untuk membawa sisa jenazah korban lainnya dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Penjemputan dilakukan sebanyak dua kali perjalanan, yakni membawa dua jenazah perempuan pada gelombang pertama dan dilanjutkan dua jenazah pria, termasuk pengemudi truk tangki BBM.

"Kami punya dua unit ambulans, jadi tadi dua kali jemput, pertama dua perempuan, lalu dua orang laki-laki yang tak lain adalah sopir," kata Maulana menambahkan.

Menurut Maulana, mayoritas korban mengalami benturan keras dan trauma berat pada bagian kepala serta anggota tubuh lainnya. 

Setelah seluruh korban diidentifikasi oleh pihak keluarga di puskesmas, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing, di mana dua jenazah dibawa ke Banjarbaru dan Martapura, sedangkan sisanya disemayamkan di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 11.45 Wita tersebut bermula saat rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berniat mengisi waktu libur menuju kawasan wisata Sungai Alut. 

Perjalanan tersebut berujung duka setelah kendaraan bak terbuka yang mereka tumpangi bertabrakan hebat dari arah berlawanan dengan truk tangki BBM hingga kabin kedua kendaraan hancur parah.

Baca juga: Tujuh Tewas Kecelakaan Maut Pikap dan Truk BBM di Tanahbumbu,  Ini Tujuan Mahasiswa KKN ke Mantewe

Saat ini, armada pikap yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi menggunakan truk derek oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.

Penyidik Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Tanahbumbu masih terus menghimpun keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti guna memetakan kronologi serta memastikan penyebab pasti musibah tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad Fikri Syahrin)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.