TRIBUNJATENG.COM, PATI — Kawasan Alun-Alun Pati mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam (1/8/2026).
Asap beraroma sedap dari aneka kuliner bakaran, kilatan lampu panggung megah, hingga gelak tawa pengunjung yang berswafoto dengan para cosplayer unik mewarnai pembukaan resmi Pekan Kreasi Pati 2026.
Gelaran yang dipadukan dengan peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati serta Grand Final Duta Wisata 2026 ini sukses menyedot perhatian warga lokal hingga wisatawan luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa Pekan Kreasi Pati menjadi momentum strategis untuk mendorong berbagai potensi lokal agar mampu menembus pasar global.
"Dengan Pekan Kreasi Pati, kami harapkan produk-produk UMKM lokal ini bisa go international. Banyak sekali produk UMKM Kabupaten Pati yang luar biasa dan berkualitas bagus, seperti jeruk pamelo dan kelapa kopyor," ujar Chandra saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi acara, Sabtu (1/8/2026).
Chandra menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat membuat lalu lintas di kawasan seputar alun-alun mengalami ketersendatan.
Terkait hal tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Kepolisian maupun masyarakat umum atas ketidaknyamanan lalu lintas selama enam hari gelaran acara.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pendorong UMKM semacam ini direncanakan hadir secara berkesinambungan sebagai agenda tahunan. Selain itu, gelaran tahun ini juga kembali menghidupkan pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pati yang sempat vakum selama tujuh tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menjelaskan bahwa Pekan Kreasi Pati 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Ajang ini menghadirkan sekitar 150 stan pameran yang mengombinasikan dinas instansi, kementerian, lembaga keuangan, BUMN, hingga pelaku ekonomi kreatif lokal.
"Fokus kami adalah bagaimana ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah, media, komunitas, hingga lembaga keuangan, bersatu padu dalam konsep hexahelix. Jadi UMKM-nya jalan, bisnisnya jalan, dan pemerintahannya juga mendukung," jelas Iqbal.
Dia menyebutkan, dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang ada, sebanyak 12 subsektor di Pati turut ambil bagian meramaikan pameran.
Tak hanya stan produk dan kuliner, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan pertunjukan musik pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Pati serta atraksi seni tari dari kolaborasi Pati Movement.
Menariknya, daya tarik Pekan Kreasi Pati tidak hanya dirasakan oleh warga lokal Pati Raya dan sekitarnya, tetapi juga menjangkau pengunjung dari Semarang, Tegal, hingga Jakarta.
Iqbal mengungkapkan bahwa pengunjung dari luar Jawa seperti Palembang dan Maluku, bahkan ada wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat, juga turut hadir menikmati atmosfer kebudayaan dan kerajinan lokal Pati.
Pihak panitia berencana melakukan rekapitulasi harian terhadap omzet transaksi stan. Dampak ganda (multiplier effect) dari perhelatan ini dipastikan tidak hanya berputar di dalam area alun-alun, melainkan juga mendongkrak pendapatan sektor perhotelan hingga warung makan di sekitarnya. (mzk)