Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 18.00 WIB, mencapai sekitar 17 hektare yang tersebar di lima kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat masih terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (1/8/2026), mengatakan, titik-titik kebakaran tersebar di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, dan Bubon.
Dari seluruh lokasi tersebut, kebakaran di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, seluas sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Sementara itu, kebakaran masih berlangsung di sejumlah lokasi lain, yakni sekitar 4 hektare di Gampong Cot Seumeureung dan 3,5 hektare di Gampong Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga.
Di Kecamatan Johan Pahlawan, api membakar lahan seluas satu hektare di Gampong Lapang dan 4 hektare di Gampong Leuhan.
Kebakaran juga terjadi di Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, seluas dua hektare serta di Gampong Peulanteu, Kecamatan Bubon, sekitar 2 hektare.
Ronal menjelaskan, rangkaian kebakaran telah terjadi sejak pertengahan Juli 2026.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Nagan Raya Semakin Parah, Sudah Capai 132 Ha
Laporan pertama diterima BPBD pada 17 Juli, dari Pos Damkar Meureubo terkait kebakaran lahan yang berada di dekat permukiman warga di Gampong Gunong Kleng.
Pada hari yang sama, BPBD kembali menerima laporan kebakaran di kawasan Ujong Beurasok, Gampong Lapang, yang berbatasan dengan Gampong Cot Seumeureung.
Selanjutnya, pada 20 Juli, BPBD menerima laporan kebakaran di Gampong Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.
Empat hari kemudian, muncul titik api baru yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran sebelumnya.
Pada 30 Juli, kebakaran kembali dilaporkan terjadi di Gampong Peulanteu, Kecamatan Bubon.
Menurut Ronal, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
Sejak menerima laporan, BPBD bersama tim pemadam kebakaran di setiap pos kecamatan terus melakukan pemadaman di lokasi terdampak.
Pada Sabtu (1/8/2026), personel difokuskan menangani kebakaran di kawasan Putroe Ijo Gampong Leuhan dan Gampong Peulanteu.
Selain pemadaman darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut melakukan pemantauan menggunakan drone thermal untuk mengidentifikasi sebaran titik panas sebagai dasar pelaksanaan water bombing.
BNPB juga mendukung penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.
Hingga Sabtu (1/8/2026) sore, proses pemadaman masih berlangsung di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, dan Bubon.
BPBD juga mencatat adanya penambahan luas area terbakar di kawasan Putroe Ijo, Gampong Leuhan, yang diduga dipicu rambatan bara api di bawah permukaan tanah.
BPBD mengakui proses penanganan menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air dan kondisi angin kencang yang mempercepat penyebaran api.
Kebakaran tersebut tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas serta pernapasan masyarakat di sekitar lokasi.(*)