Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, para pedagang bendera musiman mulai memadati trotoar jalan protokol di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pantauan di sepanjang Jalan Ir H Juanda, Karangbaru, setidaknya terdapat lima titik lokasi pedagang yang mulai menjajakan atribut merah putih.
Salah seorang pedagang asal Bandung, Jawa Barat, Yoga Agustian (30), menuturkan, bahwa dirinya telah berada di Aceh Tamiang sejak 25 Juli 2026.
Ia mulai menggelar lapak dagangannya satu hari setelah tiba di lokasi.
"Sampai Aceh Tamiang itu, tanggal 25 Juli 2026 dan mulai berjualan pada tanggal 26 Juli," ujar Yoga, Sabtu (1/8/2026).
Yoga membawa berbagai model atribut yang didatangkan langsung dari sentra konveksi di Garut, Jawa Barat.
Produk yang dijual meliputi umbul-umbul, bandir, background, bendera resplang, bendera unyil, hingga aksesori ceplok untuk kendaraan dan bendera tiang.
Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp400.000 per lembar, tergantung jenis dan ukuran.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Pedagang Bendera Merah Putih Rasakan Berkah Kemerdekaan
Menurut Yoga, sejauh ini bendera untuk tiang rumah dan umbul-umbul menjadi item yang paling banyak terjual.
"Kalau satuannya biasanya bendera untuk tiang. Umbul-umbul juga laris, biasanya yang beli dari pihak kantor, asrama, dan sekolah," jelasnya.
Menyoal larisnya penjualan, Yoga mengakui bahwa aktivitas pasar saat ini belum mencapai titik tertinggi.
Ia memprediksi lonjakan pembeli akan terjadi memasuki pekan kedua Agustus mendatang.
"Alhamdulillah sudah ada yang beli, tapi belum puncaknya,” tutur Yoga.
“Biasanya puncaknya itu pada tanggal 10 Agustus sudah mulai ramai pembeli. Senin depan juga biasanya sudah mulai banyak yang mencari," kata Yoga.
Kehadiran para pedagang musiman ini bertepatan dengan kondisi Aceh Tamiang yang baru saja terdampak bencana banjir bandang.
Yoga berharap pemulihan ekonomi di daerah tersebut berjalan cepat, sehingga daya beli masyarakat kembali normal di berbagai sektor perdagangan.
"Harapannya ekonomi di Aceh Tamiang cepat membaik. Kalau ekonomi membaik, yang diuntungkan bukan hanya pedagang bendera saja, pedagang lainnya juga ikut terdongkrak penjualannya. Syukur-syukur laris pembeli," tuturnya.
Para pedagang musiman ini rencananya akan terus berjualan di kawasan Karangbaru hingga 19 Agustus 2026, sebelum kembali ke daerah asal mereka di Bandung.(*)