Kisah Kak Na Puluhan Tahun Rawat dan Besarkan Anak Berkebutuhan Khusus
Saifullah August 01, 2026 10:36 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Ada kisah haru yang menyeruak dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang digelar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang bersama dengan Pertamina EP Rantau Field.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 120 anak berkebutuhan khusus tersebut, mencuat cerita pengorbanan seorang ibu dalam merawat anaknya yang berkebutuhan khusus hingga puluhan tahun.

Menariknya, sosok ibu hebat tersebut adalah Marlina Muzakir yang merupakan first lady nya Aceh alias istri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Marlina yang juga Ketua TP PKK & TP Posyandu Provinsi Aceh itu menceritakan kisah hidupnya merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus di hadapan ratusan ibu-ibu yang hadir dalam peringatan HAN tersebut. 

Kak Na--begitu Bunda PAUD Aceh itu akrab disapa--menceritakan bahwa saban hari, ia menjadi seorang ibu sekaligus guru yang mendidik anaknya dengan penuh kesabaran.

"Tidak berbeda dengan ibu-ibu semua, Allah menitipkan (pada saya) seorang anak berkebutuhan khusus. Sudah almarhum di usia 23 tahun,” ungkap istri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf ini mengenang perjuangannya dulu. 

Baca juga: 120 Anak Berkebutuhan Khusus Unjuk Bakat pada Peringatan HAN bersama Pertamina EP Rantau Field

“Saya memahami kondisi ibu-ibu semua karena saya juga guru bagi anak saya di rumah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa pada masa konflik Aceh belum ada SLBN. 

Kini, urai Kak Na, SLBN sudah tersedia di banyak kabupa firten. 

Karena itu, ia mendukung pendirian SLBN di banyak tempat agar setiap anak bisa tumbuh mengembangkan bakatnya.

"Saya Bahagia bisa merayakan Hari Anak Nasional di SLBN Pembina Aceh Tamiang,” tutur Kak Na. 

“Harusnya saya memperingati hari anak di Banda Aceh, tetapi saya memilih di sini sesuai janji saya akan kembali ke sekolah ini,” tutur first lady Aceh ini. 

“Saya senang bisa menyaksikan anak-anak tampil memperlihatkan kreativitasnya," katanya.

Rangkaian Acara

Sementara itu, sebanyak 120 anak-anak berkebutuhan khusus dari Anak-anak bersama orang tuanya tampak riang mengikuti serangkaian acara mulai dari senam ceria, lomba mewarnai, hingga penampilan bakat siswa dan siswi.

Sebelum acara dimulai, puluhan anak berkebutuhan khusus berjajar rapi menyambut kedatangan Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, serta Ketua Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na. 

Para siswa SLBN tersebut begitu antusias menyalami para tamu yang hadir.

Tomi Wahyu Alimsyah mengawali interaksi dengan anak-anak menggunakan bahasa isyarat yang sengaja ia pelajari sebelum acara tersebut.

"Setiap anak adalah lentera bagi kehidupan dan bangsa ini. Setiap anak adalah berharga untuk meraih masa depannya,” ucap Tomi. 

“Tugas kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapat lingkungan yang inklusif, mendapat kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya," ujarnya saat memberikan kata sambutan.

Ia menyampaikan, Pertamina EP Rantau Field berkomitmen melaksanakan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), dimana salah satunya dengan program perlindungan dan pemenuhan hak anak. 

Selama beberapa tahun ini, beber dia, Pertamina EP Rantau menjalankan berbagai program di SLBN Pembina Aceh Tamiang untuk menghadirkan kesempatan belajar yang setara untuk anak-anak.

Baca juga: Kak Na Ajak Kapolda Aceh Baru Kolaborasi Tangani Stunting hingga Pemulihan Pascabencana

"Program-program yang kita jalankan bersama SLBN berkaitan dengan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak dan memperkuat kapasitas guru,” urai dia. 

“Seperti program kelas berdaya. Program-program ini merupakan wujud keberpihakan terhadap anak berkebutuhan khusus agar tetap memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi dan mengembangkan potensinya," katanya.

Adapun tema acara Hari Anak Nasional (HAN) tahun  ini adalah; "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya". 

Ratusan siswa SLBN setingkat SD, SMP dan SMA bersama 70 tenaga pendidik berpartisipasi aktif mengisi serangkaian acara. 

Karena itu, para pemangku kepentingan yang hadir begitu menikmati suguhan penampilan seni dan fashion show.

Pada penghujung acara, Sayed Rahmad Tuikram, bocah berkebutuhan khusus tunanetra menyanyikan sejumlah lagu yang mengundang decak kagum banyak orang. 

Lagu ayah yang dinyanyikannya membuat tidak sedikit tamu undangan menyeka air mata.

Sayed Rahmad Tuikram sedari kecil sudah yatim. 

Ketika berusia enam tahun, ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kelenjar getah bening. 

Ia selalu melantunkan ayat-ayat suci Al Quran tatkala merindu sosok ayah.

Lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan ramah anak di SLBN Pembina Aceh Tamiang mengantarkan Sayed Rahmad Tuikram meraih juara 1 kategori vocal solo pria pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Aceh. 

Pertamina EP Rantau Field akan terus konsisten mendukung berbagai kegiatan positif lewat program-program yang sudah dirancang sesuai kebutuhan anak.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.