Idealnya Tiap Kelurahan Punya TPS 3R, DPRD DKI Sebut Keterbatasan Lahan Jadi Kendala
Satrio Sarwo Trengginas August 01, 2026 11:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai idealnya setiap kelurahan di Jakarta memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Menurut Yuke, keberadaan TPS 3R di setiap wilayah akan mempermudah proses pengolahan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Namun, ia mengakui upaya tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama keterbatasan lahan di Jakarta yang semakin padat.

"Idealnya memang minimal setiap kelurahan memiliki TPS 3R. Dengan begitu, pengolahan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan sumbernya dan tidak semuanya harus dibawa ke tempat pembuangan akhir," kata Yuke dikutip, Sabtu (1/8/2026). 

Yuke menjelaskan, pembangunan TPS 3R membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Untuk fasilitas skala kecil saja, luas lahan yang dibutuhkan berkisar antara 800 hingga 1.000 meter persegi, sementara ketersediaan lahan di Jakarta sangat terbatas.

"Kendalanya memang pada ketersediaan lahan. Di Jakarta mencari lahan seluas 800 sampai 1.000 meter persegi saja sudah sangat sulit, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bersama," ujarnya.

Meski demikian, Yuke mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memetakan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan untuk dijadikan lokasi pengolahan sampah skala kawasan.

Menurut dia, lahan yang diperkirakan belum akan digunakan dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun dapat menjadi alternatif untuk pembangunan TPS 3R maupun fasilitas pengolahan sampah lainnya.

"Kalau memang ada lahan yang dalam 10 sampai 15 tahun ke depan belum dimanfaatkan, kenapa tidak dipakai sementara untuk fasilitas pengolahan sampah. Ini bisa menjadi salah satu solusi," tuturnya.

Yuke juga menilai konsep pengolahan sampah tidak harus selalu menggunakan fasilitas berukuran besar. 

Pengembangan teknologi pengolahan skala kecil bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Bisa saja nanti polanya berbeda-beda. Ada yang cukup untuk pengomposan, ada yang khusus mengolah sampah plastik, atau menggunakan teknologi pengolahan skala kecil. Semua itu harus dipetakan sesuai kondisi wilayah," katanya.

Ia berharap fasilitas pengolahan sampah dapat tersebar secara merata di seluruh Jakarta agar masyarakat tidak lagi bergantung pada satu lokasi pengolahan akhir.

Menurut Yuke, semakin dekat fasilitas pengolahan dengan lingkungan permukiman, semakin efektif pula upaya pengurangan sampah yang harus diangkut ke TPST Bantargebang.

"Kalau setiap kelurahan memiliki fasilitas pengolahan sampah, persoalan sampah bisa ditangani lebih cepat dari sumbernya. Karena itu, pemerataan TPS 3R harus menjadi target ke depan, meski tantangan lahannya memang tidak mudah," pungkas Yuke.

Berita terkait

  • Baca juga: Anggota DPRD DKI Yuke Yurike: Pendidikan Jadi Senjata Utama Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta
  • Baca juga: Gunung Sampah di TPST Bantargebang Mulai Ditutup, Jakarta Bersiap Gunakan Sistem Baru
  • Baca juga: Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI: Jakarta Tak Bisa Terus Andalkan TPST Bantargebang

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.