Ikuti Gaya Dedi Mulyadi, ASN Pemprov Jabar Kini Laporkan Progres Pekerjaan secara Real Time
Kemal Setia Permana August 02, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Budaya keterbukaan yang diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai diikuti ASN Pemprov Jabar, hingga ke level staf. 

ASN Pemprov Jabar kini ikut memberikan laporan kepada publik secara langsung dari lapangan. 

Salah satunya dalam proses penataan kawasan pasca pembongkaran bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Radjiman, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jabar, Muhammad Budi Setyawan salah satunya, yang ikut melaporkan perkembangan terbaru penataan kawasan Jalan Radjiman dilaporkan secara langsung melalui video. 

Budi yang juga Tim Sekretaris Pribadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, diminta langsung atasannya untuk melaporkan perkembangan penataan kawasan Jalan Radjiman.

Di mana Sekda Jabar meminta setiap pekerjaan dilaporkan secara langsung kepada publik, memanfaatkan media sosial. Termasuk laporan penataan di kawasan Jalan Radjiman, yang bahkan diunggah sendiri oleh Sekda Herman di akun media sosial pribadinya, @hermansuryatman supaya langsung diketahui publik akan perkembangannya.

Baca juga: Jelang Muktamar NU Ke-35, PKB Jabar Gelar Diskusi Menelusuri Jejak Keteladanan Pemimpin NU

"Awalnya kaget. Tapi akhirnya termotivasi, karena Pak Sekda ingin kami semua, ASN di lingkungan Pemprov Jabar untuk memberikan laporan langsung secara real time," ujar Budi, Sabtu (3/8/2026).

Dikatakan Budi, penataan ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung.

Saat ini, penataan memasuki fase pertama yang berfokus pada pembenahan infrastruktur dasar kawasan. Pekerjaan meliputi penertiban kabel udara yang semrawut, pembukaan saluran drainase yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan liar, pengerukan sedimentasi, perbaikan dinding saluran air, revitalisasi paving block, hingga penataan ruang milik jalan dan trotoar.

BUdi mengatakan, Pemprov Jabar menargetkan kawasan tersebut tidak hanya bersih dari bangunan liar, tetapi juga memiliki wajah baru yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.

"Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pengecatan trotoar menggunakan konsep warna yang akan ditetapkan kemudian agar menghadirkan wajah kawasan yang lebih aman, sehat, resik dan indah (ASRI)," ucapnya.

Penataan kawasan, kata dia, tidak berhenti pada intervensi pemerintah. Lingkungan sekitar juga mulai terlibat aktif dalam proses pembenahan ruang publik.

"SMA Kristen Bandung yang ada di kawasan Jalan Radjiman juga menyatakan kesiapan, untuk turut mempercantik area depan sekolah melalui pemasangan paving block tambahan dan pengecatan yang diselaraskan dengan konsep penataan kawasan yang sedang dijalankan pemerintah," katanya.

Sekda Jabar, kata Budi juga berpesan, jika ASN tidak lagi hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membuka ruang pengawasan publik melalui dokumentasi dan laporan yang dapat diakses masyarakat, sebagai bentuk transparansi yang kini tengah menjadi budaya di birokrasi Jawa Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.