TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang guru madrasah dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Aliyah menyampaikan harapan agar kesejahteraan tenaga pendidik semakin meningkat saat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Guru yang juga menjabat sebagai kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Pelabuhan Ratu itu berharap momentum menyambut HUT Ke-81 RI membawa kemajuan bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru honorer.
"Untuk HUT ke-81 ini mudah-mudah semakin maju di dunia pendidikan, terutama di honorer. Honorer bisa diangkat PNS," ujar Aiyah kepada wartawan di lokasi.
Ia mengatakan kedatangannya ke Monas bersama rombongan guru dan tenaga kependidikan dari Sukabumi bertujuan mengikuti zikir dan mendoakan Indonesia.
"Tujuan untuk berzikir, berdoa, semoga negara kita Indonesia ini menjadi negara yang aman," katanya.
Rombongan mereka berjumlah sekitar 1.500 orang yang diberangkatkan menggunakan 30 bus.
Baca juga: Presiden Prabowo Batal Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Mereka berasal dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, mulai dari RA, MI, MTs, MA negeri dan swasta, hingga unsur KUA.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB.
Agenda utama acara tersebut adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Baca juga: Masyarakat Mulai Berdatangan ke Monas Jakarta Pusat untuk Hadiri Acara Zikir dan Doa Kebangsaan
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi panduan suara dan khataman Alquran, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, tilawah Alquran.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh dari enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa makna Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Nasaruddin menyebut bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin.