TRIBUNMANADO.CO.ID - Empat atlet Hapkido asal Sulawesi Utara akan memperkuat tim Indonesia pada ajang Asian Hapkido Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Hong Kong pada 15 Agustus 2026.
Keberangkatan para atlet tersebut menjadi cerminan keberhasilan pembinaan Hapkido di Sulawesi Utara yang secara konsisten mampu menghasilkan atlet berprestasi hingga level nasional dan internasional.
Kontingen Sulawesi Utara diisi oleh atlet-atlet dengan pengalaman dan catatan prestasi yang membanggakan.
Wendy H. Rarung akan bertanding di kelas 72 kilogram.
Ia merupakan peraih medali perak pada PON Aceh-Sumut 2024.
Di kelas 55 kilogram, Indonesia akan diperkuat Gracia K. Tanwijaya yang sukses meraih medali emas Kejuaraan Nasional 2024 serta menyandang gelar juara South East Asia 2025.
Sementara itu, Kezia T. Umboh akan berlaga di kelas 59 kilogram.
Kezia memiliki rekam jejak sebagai peraih medali emas PON Aceh-Sumut 2024 sekaligus juara South East Asia 2025.
Adapun Andreas E. Waturandang dipercaya tampil di kelas 78 kilogram.
Andreas merupakan peraih medali emas PON Aceh-Sumut 2024 dan berhasil menjadi juara Asia pada 2024 maupun 2025.
Keempat atlet tersebut akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia dalam kejuaraan yang termasuk salah satu kompetisi paling bergengsi di cabang olahraga Hapkido.
Partisipasi mereka di Asian Hapkido Championship 2026 tidak sekadar mengejar medali, tetapi juga membawa misi mengharumkan nama Indonesia dan Sulawesi Utara di kancah internasional.
Setiap pertandingan akan menguji kemampuan teknik, kondisi fisik, strategi bertanding, hingga mental juara yang telah ditempa melalui latihan intensif dan pengalaman bertanding selama bertahun-tahun.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling turut menjadi penyemangat bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik di Hong Kong.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengurus organisasi, pelatih, dan masyarakat diharapkan menjadi modal penting bagi atlet Hapkido Sulawesi Utara dalam meraih prestasi terbaik.
Masyarakat Sulawesi Utara juga diharapkan memberikan doa dan dukungan agar seluruh atlet mampu tampil maksimal serta membawa pulang hasil yang membanggakan bagi daerah dan Indonesia.
Hapkido merupakan seni bela diri yang berasal dari Korea dengan karakteristik gerakan melingkar, teknik kuncian sendi, serta pemanfaatan tenaga lawan.
Dalam bahasa Korea, "Hap" berarti selaras, "Ki" berarti tenaga atau energi, sedangkan "Do" berarti jalan hidup.
Teknik utama dalam Hapkido meliputi kuncian dan bantingan, pukulan dan tendangan, serta penggunaan berbagai jenis senjata.
(TribunManado.co.id/Ren)