Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang truk berusia 12 tahun mengalami sejumlah luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mempawah, Ipda Yogi Permana, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Truk bernomor polisi KB 89XX XX terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan trailer bernomor polisi B 94XX XX di Jalan Raya Wajok Hilir KM 12, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Sabtu 1 Agustus 2026, sekitar pukul 08.40 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang truk berusia 12 tahun mengalami sejumlah luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mempawah, Ipda Yogi Permana, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Ia mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sebuah truk dengan kendaraan trailer di Jalan Raya Wajok Hilir KM 12," ujarnya dalam keterangan resminya.
Baca Selengkapnya
2). Harga Pertamax Turun Rp300, Penjualan di SPBU OSO Merdeka Pontianak Belum Alami Lonjakan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax sebesar Rp300 per liter yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 belum berdampak signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat di Kota Pontianak.
Meski demikian, pihak SPBU menilai kebijakan tersebut tetap memberikan manfaat bagi konsumen pengguna Pertamax.
Pengawas Lapangan SPBU OSO Merdeka No. 64.781.19, Rizky (29) mengatakan stok Pertamax di SPBU masih mencukupi sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Menurutnya, penurunan harga pertamax dari Rp16.650 menjadi Rp16.300 per liter menjadi kabar baik meski selisihnya tidak terlalu besar.
"Karena kita stoknya masih ada. Cuma dengan adanya penurunan Pertamax ini mungkin ada dampak positif untuk masyarakat. Bahwa walaupun hanya Rp300 penurunan, setidaknya bagi pengguna Pertamax itu memberikan sedikit kemudahan dari harga yang Rp16.650 menjadi Rp16.300," ujarnya kepada TribunPontianak.co.id, di Jl Hoscokroaminoto, Pontianak Selatan Sabtu 1 Agustus 2026.
Baca Selengkapnya
3). Setia Pakai Pertamax, Pemotor di Pontianak Harap Harga Kembali Rp12.000
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penurunan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 disambut positif oleh sejumlah konsumen. Meski demikian, pengguna berharap penurunan harga dapat lebih signifikan agar semakin meringankan beban masyarakat.
Seorang pengguna Pertamax, Ramadan (28), mengaku baru mengetahui adanya penurunan harga saat mengisi bahan bakar di SPBU OSO Merdeka.
Menurutnya, penurunan tersebut cukup baik, meski nilainya masih belum terlalu besar.
"Cuma penurunannya tidak terlalu signifikan ya. Seandainya bisa turun lagi it's oke lah," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Jl Hoscokroaminoto (Jl Merdeka), Pontianak Selatan, Sabtu 1 Agustus 2026.
Ramadan mengatakan dirinya tetap memilih menggunakan Pertamax karena dinilai sesuai dengan kebutuhan kendaraannya.
Baca Selengkapnya
4). BMKG Pontianak: Hujan Beberapa Hari Terakhir Belum Tandai Akhir Musim Kemarau di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pontianak, Rizky Noventia Pertiwi mengungkap hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir belum menandakan berakhirnya musim kemarau.
Sebagai informasi wilayah Kalbar mulai diguyur hujan sejak Kamis 30 Juli 2026 lalu.
BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi hingga 4 Agustus 2026, sebelum intensitasnya kembali menurun pada pertengahan Agustus
Rizky menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca, peluang hujan di Kalbar masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Namun kondisi tersebut bukan merupakan awal peralihan menuju musim penghujan.
Baca Selengkapnya
5). Karhutla Padam Usai Hujan, Warga Graha Melodya Serdam Kubu Raya Masih Keluhkan Akses Air Bersih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kondisi kawasan Perumahan Graha Melodya, Jl. Sungai Raya Dalam, Punggur Kecil, Sungai Raya, Kubu Raya mulai membaik pasca dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pantauan TribunPontianak.co.id di lokasi pada Sabtu 1 Agustus 2026, asap maupun jerebu yang sebelumnya menyelimuti kawasan tersebut sudah tidak terlihat setelah hujan turun pada malam hari.
Meski api telah padam, sejumlah area hutan yang sebelumnya terbakar masih menyisakan dampak.
Pepohonan tampak kering, daun-daun layu, serta kayu-kayu berubah menjadi arang akibat Karhutla.
Salah satu warga setempat, Bagas (22), mengatakan kondisi saat ini sudah lebih aman dibandingkan sebelum hujan turun.
Baca Selengkapnya
6). Hujan Turun Bikin Kabut Asap Mereda, DPRD Pontianak Beri Peringatan Penting Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memberikan dampak positif terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Asap maupun jerebu yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah mulai berkurang, sementara beberapa titik api dilaporkan mulai mereda.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan yang diharapkan mampu membantu memadamkan titik api yang masih tersisa.
"Alhamdulillah, dengan turunnya hujan malam kemarin cukup lebat semoga titik-titik api padam," ungkap Husin saat dikonfirmasi TribunPontianak.co.id, Sabtu 1 Agustus 2026.
Meski kondisi mulai membaik, Husin meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak tetap meningkatkan kesiapsiagaan.
Baca Selengkapnya
(*)