TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tahun 2009 hingga 2012, nama Stefani Runtukahu sering menghiasi laman media-media cetak melalui aksinya yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.
Alumni Fisip Unsrat Manado tahun 2008 ini merupakan sosok yang getol turun ke jalan dan berdemo memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pria yang akrab disapa Efan ini, tercatat pernah menjadi kader di Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Sulawesi Utara (Sulut) hingga Forum Diskusi Ilmiah Mahasiswa (Fodim) Unsrat Manado.
Pada tahun 2008, dirinya juga sempat mendemo Fisip Unsrat Manado atas dugaan praktik jual beli nilai.
Setelah menyelesaikan studi di Fidio Unsrat Manado, Stefani Runtukahu kemudian mencoba peruntungannya dengan bersaing sebagai komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut.
Setelah menjalani persaingan ketat, Stefani Runtukahu kemudian terpilih sebagai salah satu komisioner KPID Sulut ditahun 2024.
Prestasinya kian gemilang setelah ditetapkan sebagai Ketua KPID Sulut ditahun yang sama.
Akan tetapi, catatan prestisius Stefani Runtukahu tak berhenti disitu.
Pria dua orang anak ini, kemudian menjadi wisudawan terbaik program Pascasarjana Magister Ilmu Pemerintahan Unsrat Manado dengan Predikat Cum Laude.
Stefani meyelesaikan studi magisternya hanya dalam waktu satu tahun tiga bulan.
Dirinya bahkan meraih nilai sempurna dengan IPK 4,00.
Kepada Tribunmanado.co.id, ia mengaku tak bisa mencapai semua ini tanpa dukungan dari keluarga dan istrinya.
Menurutnya, menjadi seorang aktivis kampus bukanlah alasan untuk tidak berprestasi.
"Aktivis itu bukan berarti tidak bisa berprestasi. Kita harus buktikan bahwa berpikir kritis harus dibarengi dengan prestasi," ucapnya, Minggu 2 Agustus 2026 via telepon.
Ia pun menitip pesan kepada para mahasiswa agar bisa mengatur jadwal antara kegiatan organisasi dan jam kuliah.
"Tempatkan tugas akademik dan belajar sebagai fokus utama," katanya lagi.
"Jangan lupa juga membangun relasi dan kemampuan kerjasama tim dalam berorganisasi," tutur dia.
Efan juga mempersembahkan prestasinya untuk kedua orang tua dan anak istrinya.
"Ini adalah hadiah yang dipersembahkan untuk orang tua dan anak istrinya saya," ucapnya.
"Mereka adalah motivasi terbesar saya hingga bisa sampai dititik ini," tandasnya.
(TribunManado.co.id/Nie)