Kabar Duka, Bassis PAS Band Trisno Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Sakit Gagal Ginjal
Shinta Dwi Anggraini August 02, 2026 10:01 AM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air. Bambang Sutrisno alias Trisno, bassist dari grup musik rock alternatif PAS Band, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.30 WIB.

Kabar kepergian Trisno disampaikan langsung oleh drumer PAS Band, Sandy Andarusman, melalui sebuah unggahan di media sosial.

Melalui unggahan tersebut, Sandy mengajak seluruh rekan, sahabat, hingga para penggemar untuk memberikan doa serta membuka pintu maaf bagi almarhum.

"Mohon berkenan teman-teman membacakan Alfatihah, memaafkan segala kesalahan almarhum," lanjutnya.

Dalam pernyataan yang sama, Sandy mengonfirmasi bahwa jenazah almarhum direncanakan untuk dimakamkan di Bandung pada Minggu (2/8/2026) pagi.

"Insha Allah besok pagi akan dimakamkan di Bandung," lanjutnya.

DIVONIS SAKIT GAGAL GINJAL -- Bassist PAS Band dilarikan ke RS akibat gagal ginjal kronis (fungsi tersisa 5  persen ) hingga harus cuci darah dan operasi penyumbatan darah di kepala.
DIVONIS SAKIT GAGAL GINJAL -- Bassist PAS Band dilarikan ke RS akibat gagal ginjal kronis (fungsi tersisa 5 persen ) hingga harus cuci darah dan operasi penyumbatan darah di kepala. (Instagram/@pasband.id)

Riwayat Perjuangan Melawan Komplikasi Kesehatan

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi kesehatan Trisno sempat menurun drastis hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Sandy sempat mengabarkan masa-masa kritis sang sahabat melalui unggahan sebelumnya.

"Dapat kabar malam ini, Trisno kritis di ICU mohon dimaafkan segala kesehatan bro Tris...," tulis Sandy.

Sandy mengungkapkan bahwa tanda-tanda penurunan kesehatan Trisno sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. 

Namun, karakter almarhum yang santai membuatnya enggan langsung memeriksakan diri secara medis.

"Sebenernya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno, seperti kaki yang membengkak, agak kurus. Tapi memang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau benar-benar periksa ke dokter," kata Sandy kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/7/2026).

Pemeriksaan medis baru dilakukan beberapa bulan lalu, di mana dokter menemukan adanya indikasi gangguan pada organ hati dan tekanan darah tinggi.

"Hasil pemeriksaan beberapa bulan lalu memang ada indikasi gangguan di liver dan darah tinggi," ucapnya.

Kondisi fisik sang bassist makin melemah pada pekan lalu hingga para personel PAS Band berinisiatif membawanya ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, diketahui Trisno mengalami gagal ginjal kronis dengan fungsi organ yang tersisa sangat kecil.

"Baru minggu lalu akhirnya benar-benar kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah. Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah," jelas Sandy.

Selain penanganan fungsi ginjal, tim medis juga menemukan adanya penyumbatan pembuluh darah di bagian kepala yang berisiko memicu stroke, sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan.

"Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke, maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," lanjutnya.

Meski upaya medis telah dilakukan secara maksimal, perjalanan sang musisi akhirnya terhenti pada Sabtu siang, meninggalkan duka mendalam bagi panggung musik Indonesia dan para penggemarnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com   

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.