Sudaryono Turun Langsung Investigasi Keracunan Massal MBG di SMKN 6 Kota Semarang
muh radlis August 02, 2026 10:11 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan investigasi menyeluruh terhadap dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang setelah ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program tersebut.

Langkah investigasi dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden, termasuk memastikan apakah terdapat dugaan kelalaian dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan.

Hasil pemeriksaan juga akan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan tim investigasi saat ini masih bekerja mengumpulkan berbagai data dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

“Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif,” ujar Sudaryono saat menjenguk para korban di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Sosok Eko Purnama Dokter Muda Semarang Rela Sisihkan Gaji untuk Orang Kelaparan

 

BGN Tinjau Langsung Kondisi Korban

Selain melakukan investigasi, Sudaryono juga mengunjungi sejumlah rumah sakit yang menangani korban, di antaranya RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi para pasien sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan Program MBG yang dibagikan di SMK Negeri 6 Semarang pada Jumat (31/7/2026).

Jumlah tersebut terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.

Para penerima makanan dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi hidangan tersebut.

Sebagian korban menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya memperoleh penanganan medis sesuai kondisi kesehatannya.

 

BGN Siapkan Sanksi Jika Ditemukan Kelalaian

BGN menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila hasil investigasi menunjukkan adanya kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini, penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan.

Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan terhadap para korban sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dari sisi keamanan pangan.

BGN menyatakan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar standar keamanan, kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan tetap terjaga sehingga program dapat terus berjalan dengan aman bagi seluruh penerima manfaat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.