Krisis Air Bersih Berulang Setiap Kemarau, Warga Topoyo Mateng Desak Solusi Permanen
Ilham Mulyawan August 02, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Sumber air UPTD Air Bersih Mamuju Tengah mengering akibat kemarau. Dampaknya sangat dirasakan warga Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (2/8/2026). 

Distribusi air ke rumah warga tak lancar akibat debit air berkurang. Bahkan sebagian warga sudah alami mati total distribusi airnya. 

Baca juga: Kerap Resahkan Nelayan Pantai Kapandeang Mamuju 6 Pencuri Mesin Katinting Diciduk saat Ronda Malam!

Baca juga: Dari Kebun ke Pabrik: Tantangan Revolusi Industri Agro Sulbar

Pantauan Tribun Sulbar, Minggu (2/8/2026), sejumlah perumahan di Desa Topoyo mengalami kekeringan.

Terlihat, di depan rumah mereka berjejer tempat penampungan air.

Ada tandon, ember, baskom hingga galon.

Rara, penghuni perumahan BTN Topoyo Indah Residence mengatakan, air tidak lancar mengalir sekitar dua pekan terakhir, namun mati total sejak 4 hari.

Sehingga, sangat berdampak pada aktivitas hariannya.

Padahal, air merupakan kebutuhan pokok digunakan mandi, mencuci dan lainnya.

"Saya terpaksa numpang mencuci dan mandi di rumah keluarga yang memiliki sumur," bebernya.

Hal senada disampaikan, Adi, warga perumahan BTN 54 Bayor.

"Kami lebih parah pak, mungkin sudah ada sekitar sebulan lebih," ungkapnya.

Ia berharap, pihak UPTD mencari solusi permanen.

Dikarenakan, permasalahan ini sudah berulang kali terjadi setiap musim kemarau. 

Sementara itu, Amiruddin, Kepala UPTD Air Bersih mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam.

Ia bersama BPBD, Damkar, Polres dan TNI berkolaborasi mendistribusikan air. Meski demikian, ia tetap kewalahan.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.