Pengurus HIPKA Bengkulu 2025–2030 Dilantik, Wali Kota Dedy Wahyudi Dorong Pengusaha Berinovasi
Hendrik Budiman August 02, 2026 10:54 AM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Bengkulu periode 2025-2030, dihadiri beberapa tokoh publik.

Tokoh publik yang hadir yakni Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto dan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Bengkulu, Sabtu (1/8/2026). 

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dalam sambutan nya mendorong kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk tidak hanya berkiprah di dunia politik, tetapi juga berani terjun dan berkembang sebagai pengusaha.

Dedy menilai kehadiran HIPKA menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan kader dan alumni HMI di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, selama ini banyak kader HMI yang lebih dikenal aktif di bidang politik dan pemerintahan.

Sementara, kiprah kader dan alumni HMI di bidang ekonomi dan kewirausahaan masih perlu diperkuat.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh nasional yang lebih dahulu sukses sebagai pengusaha sebelum terjun ke dunia politik.

Baca juga: Perusahaan Media, Kampus dan Pemerintah Bersatu Bentuk Koalisi Keberlanjutan Media, Ini Tujuannya

“Kalau ingin sukses seperti mereka, jadi pengusaha dulu. Pak Jusuf Kalla itu sukses di politik setelah menjadi pengusaha, termasuk Bahlil,” kata Dedy dalam sambutannya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Dedy, pengalaman sebagai pengusaha dapat membentuk kemandirian dan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, termasuk ketika nantinya dipercaya menduduki jabatan publik.

Ia berharap HIPKA Bengkulu di bawah kepemimpinan Roni Desa mampu membangun budaya kewirausahaan di kalangan kader dan alumni HMI.

Dedy juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir.

Menurutnya, seorang pengusaha tidak cukup hanya pandai membuat narasi, tetapi harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata.

“Seorang entrepreneur itu bukan narasinya, tetapi aksinya. Aksi yang strategis, inovasi, dan kegiatan perusahaan yang bisa membawa perubahan,” ujarnya.

Semakin banyak pengusaha yang tumbuh di Bengkulu, semakin besar pula peluang terbukanya lapangan kerja dan berkurangnya angka kemiskinan.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk lokal agar tidak terus bergantung pada produk impor.

Inovasi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus terus didorong oleh para pengusaha.

“Kita masih merasa produk impor lebih besar dan mereknya lebih berpengaruh. Kita masih miskin inovasi. Mudah-mudahan dengan adanya HIPKA, inovasi dan kebiasaan berwirausaha itu akan tumbuh ke depan,” jelas Dedy.

HIPKA Bengkulu Gandeng Perbankan

Sementara itu, Ketua Umum BPW HIPKA Bengkulu periode 2025-2030, Roni Desa, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran HIPKA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Roni menyebut HIPKA Bengkulu telah membangun kerja sama dengan sejumlah perbankan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak perbankan, di antaranya Bank BTN dan Bank Bengkulu.

Ke depan, kerja sama dengan sejumlah bank lainnya juga diharapkan dapat terjalin untuk membantu pengusaha yang tergabung dalam HIPKA.

“Kita harus bekerja sama karena tujuan dihadirkannya HIPKA adalah membentuk pengusaha-pengusaha muslim yang mampu menasional,” ujar Roni.

Dukungan perbankan dan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha yang tergabung dalam HIPKA untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bengkulu.

Sejumlah kader HMI yang telah memiliki usaha mendapatkan bantuan uang tunai sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mereka.

Keberadaan HIPKA di Bengkulu harus menjadi rumah bersama bagi para kader dan alumni HMI yang ingin mengembangkan bisnis.

Para pengusaha yang tergabung dalam HIPKA dapat ikut mendorong perekonomian daerah, khususnya di Kota Bengkulu dan sejumlah wilayah lainnya.

HIPKA Diminta Lahirkan Pengusaha Baru

Sekretaris Jenderal BPP HIPKA, Ahmad Muntaha, mengatakan HIPKA merupakan organisasi yang lahir dari para eksponen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Kepengurusan HIPKA Bengkulu periode 2025-2030 dapat melahirkan lebih banyak pengusaha baru.

Ahmad mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan HIPKA Bengkulu. 

Sejumlah pengurus telah memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Ke depan, kita berharap KAHMI dengan wadah HIPKA ini akan melahirkan pengusaha-pengusaha baru di Bengkulu,” kata Ahmad.

Ia menilai peningkatan jumlah pengusaha dari kalangan umat Islam penting untuk memperkuat kontribusi ekonomi sekaligus membantu mengatasi persoalan kemiskinan.

Ahmad juga mengingatkan para kader dan pengusaha muda untuk membangun kebiasaan berwirausaha, meningkatkan kompetensi, memperkuat strategi bisnis, serta terus melakukan inovasi.

Menurutnya, keberhasilan seorang pengusaha tidak cukup hanya diukur dari besarnya perusahaan, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan nilai perusahaan, menyerap tenaga kerja, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia berharap HIPKA Bengkulu mampu menjadi wadah yang mendorong para pengusaha untuk tidak berhenti pada gagasan, tetapi berani melakukan aksi dan inovasi.

“Seorang entrepreneur bukan hanya berbicara tentang narasi, tetapi melakukan aksi strategis dan inovasi yang dapat membawa perubahan,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.