TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah mobil Toyota Rush berplat nomor DK 1317 QY mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Bali Mandara KM 7+800, Benoa, Denpasar Selatan, pada Sabtu 1 Agustus 2026 malam sekitar pukul 18.40 WITA.
Insiden tersebut mengakibatkan pengemudi dan dua penumpang warga negara asing (WNA) harus dilarikan ke rumah sakit.
Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Muhammad Bhayangkara menejelaskan kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan oleh I Ketut Sumartana (47) melaju dari arah barat menuju timur.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan hingga Motor Terbakar di By Pass Ngurah Rai, Petugas Setop Truk Tangki Air
Diduga karena kurang berhati-hati dalam mengendalikan laju kendaraan, mobil mendadak hilang kendali (out of control) hingga menghantam beton pembatas jalan dan tiang lampu flip-flop di lokasi kejadian.
"Pengemudi kurang hati-hati saat melintas, sehingga mobil hilang kendali dan menabrak beton pembatas jalan serta tiang lampu," ujar Kompol Muhammad Bhayangkara kepada Tribun Bali, pada Minggu 2 Agustus 2026.
Benturan keras tersebut membuat kendaraan mengalami kerusakan berat dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp40 juta.
Baca juga: Kecelakaan di Buleleng Bali, Motor Tabrak Mobil Keluar Parkiran, Nyawa Luh Warsini Tak Tertolong
Tak hanya itu, benturan juga menyebabkan seluruh penumpang di dalam mobil mengalami luka-luka.
Pengemudi mobil, Ketut Sumartana, mengalami luka lecet di bagian kaki kiri dan pinggang.
Sementara itu, dua penumpang berstatus wisatawan asal Australia yang diangkutnya juga menjadi korban dalam peristiwa ini.
"Ada dua penumpang warga negara asing yang ikut menjadi korban dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kasatlantas.
Penumpang wanita bernama Julianne Stoakes (54) mengalami luka lecet pada pinggang serta mengeluhkan sakit di bagian dada dan perut.
Cedera lebih parah dialami penumpang pria bernama Leonor Andrew Stoakes (66), yang mengalami luka lecet di kaki kiri hingga tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Jajaran Satlantas Polresta Denpasar telah melakukan olah TKP, pengukuran, dan mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Ketersediaan penerangan serta kondisi jalan aspal satu arah yang lurus dan berarus normal saat kejadian menguatkan dugaan bahwa kelalaian pengemudi menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan ini.
"Satu penumpang mengalami luka berat dan sempat tidak sadarkan diri, sementara dua lainnya luka ringan. Seluruh korban saat ini sudah ditangani medis di Rumah Sakit BIMC," pungkas Kompol Muhammad Bhayangkara. (*)