Apa Itu “Code Blue”? Mengenal Tim Medis Siap Bergerak Cepat Saat Kondisi Kritis
Wiwit Purwanto August 02, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Dalam situasi gawat darurat, setiap detik menjadi penentu keselamatan pasien sehingga dibutuhkan respons medis yang cepat dan terkoordinasi. Karena itu, rumah sakit menerapkan Code Blue, yaitu sistem aktivasi kegawatdaruratan yang menandakan adanya pasien dalam kondisi kritis, seperti henti jantung atau henti napas yang membutuhkan tindakan segera.

Saat Code Blue diaktifkan, tim medis khusus dan terlatih akan langsung bergerak untuk melakukan penanganan sesuai kondisi pasien.

Dokter Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Tangerang menjelaskan, “Pada kondisi henti jantung, aliran darah yang membawa oksigen ke otak dan organ vital lainnya terhenti. Tanpa intervensi segera, peluang pasien untuk bertahan hidup dapat menurun secara signifikan. Karena itu, kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta koordinasi tim medis menjadi faktor penting dalam upaya menyelamatkan nyawa pasien.” 

Penanganan Code Blue, umumnya melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter, maupun perawat, tenaga anestesi, atau tenaga medis lainnya yang telah memiliki kompetensi Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS) dan Bantuan Hidup Kardiovaskular Lanjut (Advanced Cardiovascular Life Support/ACLS).

Baca juga: Mayapada Surabaya luncurkan Sinus Center, Perawatan Sinusitis Cepat Dan Nyaman

Dalam pelaksanannya, tim medis dapat melakukan berbagai tindakan, mulai dari resusitasi jantung paru (RJP/CPR), pemberian bantuan napas, penggunaan kejut jantung (defibrilator) untuk mengembalikan irama jantung bila diperlukan, hingga pemberian obat-obatan dan tindakan lanjutan sesuai kondisi pasien. 

Berbagai tindakan tersebut membutuhkan koordinasi tim yang baik serta sistem penanganan yang terstruktur agar setiap langkah dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Dokter Rerdin Julario, Sp.JP(K) dari Mayapada Hospital Surabaya mengatakan, "Pada kasus henti jantung, setiap tahapan resusitasi harus dilakukan sesuai standar, agar sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke organ vital dapat dipulihkan secepat mungkin.

Code Blue Tidak Hanya Andalkan Kecepatan Respons, Tetapi Kesiapan Sistem Menyeluruh 

Karena itu, Code Blue tidak hanya mengandalkan kecepatan respons, tetapi kesiapan sistem secara menyeluruh mulai dari protokol kegawatdaruratan yang jelas, tenaga medis yang kompeten, peralatan resusitasi yang siap digunakan, hingga pelatihan dan simulasi berkala. Dengan begitu, setiap tim medis dapat mengambil keputusan dan memberikan tindakan secara cepat, tepat, sesuai standar internasional.” 

Baca juga: Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Pusat Layanan Kardiovaskular Terpadu

Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) diketahui menjadi contoh rumah sakit yang menerapkan Code Blue dan telah berhasil meraih Juara Utama Kompetisi Code Blue dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) tingkat Jawa Timur.

Dalam kompetisi tersebut, MHSB menunjukkan kemampuan dalam aspek kecepatan respons, ketepatan klinis, koordinasi tim, serta kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Mayapada Hospital Memiliki Layanan Emergency 24/7 Didukung Fasilitas Lengkap

Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan yang mendalam dalam menghadapi kondisi darurat, Mayapada Hospital memiliki layanan Emergency 24/7 didukung fasilitas lengkap, dan tim dokter spesialis dan subspesialis yang standby onsite, termasuk Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam untuk menangani kasus yang memerlukan tindakan bedah. 

Layanan ini tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital di Jakarta (Lebak Bulus, Kuningan, dan Cakung), Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, serta Nusantara, dan dapat diakses melalui emergency call 150990 atau di aplikasi MyCare. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.