FIFA batalkan rencana penjualan bisnis Piala Dunia senilai $20 miliar setelah investor mundur, presiden CONCACAF siap menantang Infantino dalam perebutan kursi presiden
Dewi Rahayu August 02, 2026 11:31 AM

FIFA telah membatalkan rencana untuk menjual saham minoritas dalam bisnis komersialnya setelah muncul penolakan kuat dari komunitas sepak bola global dan mundurnya investor-investor kunci.

Perkembangan ini menjadi pukulan besar bagi kepemimpinan presiden FIFA, Gianni Infantino.

Badan pengatur sepak bola dunia itu sebelumnya menjajaki penjualan seperlima saham dalam entitas komersial baru yang dibentuk khusus.

Kesepakatan tersebut akan menilai bisnis itu di kisaran $20 miliar dan menghasilkan dana sekitar $4.2bn.

Usulan itu mencakup pemisahan hak siar televisi FIFA yang sangat menguntungkan, perjanjian sponsor, lisensi, dan operasi penjualan tiket ke dalam sebuah perusahaan terpisah.

Namun, proyek tersebut kini dibatalkan setelah Thrive Capital, firma investasi yang dipimpin Joshua Kushner, dilaporkan menarik diri dari negosiasi.

JP Morgan sebelumnya bertindak sebagai penasihat transaksi tersebut. Keterlibatan mereka juga berakhir ketika dukungan terhadap proposal itu menguap.

Infantino kemudian mengonfirmasi keputusan tersebut, dengan mengakui bahwa rencana itu telah menimbulkan perpecahan di dalam sepak bola dunia yang lebih besar daripada potensi manfaatnya.

FIFA akan tetap mengelola dan menjual hak-hak komersialnya melalui struktur yang ada saat ini.

Kegagalan ini terjadi setelah perlawanan keras dari sejumlah konfederasi paling berpengaruh dalam sepak bola.

UEFA dilaporkan memperingatkan bahwa negara-negara anggotanya akan memboikot kompetisi FIFA apabila investor swasta diizinkan memiliki aset komersial olahraga tersebut.

Penolakan itu dengan cepat meluas ke luar Eropa, dengan CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia juga menolak proposal tersebut.

Tanpa dukungan dari pasar-pasar sepak bola terbesar di dunia, proyek itu menjadi mustahil untuk diselamatkan.

Inisiatif yang gagal ini juga menyingkap retakan mendalam di dalam tubuh FIFA sendiri.

Direktur operasional Kevin Lamour secara terbuka mengkritik proses tersebut, dengan menyatakan para eksekutif senior tidak diberi informasi yang memadai dan menggambarkan proposal itu sebagai proyek satu orang, bukan proyek FIFA.

Penasihat senior Carlos Cordeiro juga mengundurkan diri akibat kontroversi tersebut.

Dengan perjudian komersial FIFA kini dibatalkan dan tekanan yang terus meningkat menjelang pemilihan presiden tahun depan, otoritas Infantino tampak lebih lemah daripada sebelumnya.

Apa yang semula dimaksudkan untuk memodernisasi keuangan FIFA justru berubah menjadi salah satu kemunduran politik terbesar dalam masa kepresidenannya, sekaligus memunculkan pertanyaan serius apakah ia masih layak tetap memimpin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.