TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian pria bernama Sutrimo yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi akan memeriksa dokter yang memeriksa kondisi korban.
Dokter itu juga yang menyatakan korban meninggal dunia di RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan.
"Penyelidik juga akan melakukan undangan klarifikasi kepada dokter yang memeriksa kondisi dan yang menyatakan bahwa saudara almarhum S sudah meninggal dunia," kata Budi, Minggu (2/8/2026).
Pemeriksaan terhadap dokter juga dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo sekaligus mengonfirmasi foto yang beredar terkait kondisi terakhir korban.
"Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar enggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan. Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa, ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyelidik," ujar Kabid Humas.
Ia menambahkan, polisi masih menunggu hasil pengujian barang bukti yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
"Ini masih dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan dilakukan oleh tim penyelidik gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Termasuk hasil labfor ini juga belum keluar, kita masih menunggu hasil tersebut," jelas Budi.
Polisi sebelumnya telah memeriksa lima orang saksi terkait kematian Sutrimo. Salah satunya adalah sopir ambulans berinisial AZ yang membawa jenazah korban ke kediaman di Banyumas.
Saksi lainnya yaitu sopir ambulans berinisial MOP yang bertemu dengan pria berinisial M di RS Muhammadiyah Taman Puring dan ikut membantu memindahkan jenazah korban dari ruang pemandian ke mobil.
"Kemudian saksi MZ pemilik ambulans. Kemudian MA, pihak yang mengenal almarhum dan diketahui terakhir bertemu dengannya pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 di depan Klinik Mordent," ungkap Budi.
Selain itu, sopir ambulans berinisial AAS yang membawa korban dari Klinik Mordent ke RS Muhammadiyah Taman Puring juga turut diperiksa polisi.
Baca juga: Garnacho Kena Kutukan GBK? 2 Kali Tampil Selalu Mentok dan Mati Kutu di Hadapan Bek Indonesia
Baca juga: Polda Metro Jaya Bongkar Gudang Narkoba di Rumah Kontrakan Jaktim, Sita 27,96 Kg Ganja
Baca juga: Kecelakaan di Sukabumi: Truk Gagal Menanjak Lalu Terbalik, Diduga Beban Terlalu Berat