Gianni Infantino Tertekan, Ini 5 Kandidat Presiden Baru FIFA
Aning Jati August 02, 2026 12:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu tekanan agar Gianni Infantino mundur dari kursi Presiden FIFA. Di tengah sorotan itu, perhatian mengarah ke pemilihan Presiden FIFA 2027 dan manuver konfederasi besar, termasuk langkah UEFA menyiapkan penantang, dilansir The Sun.

Hingga kini belum ada figur yang resmi menyatakan maju. Pada 2019 dan 2023, Infantino bahkan terpilih tanpa lawan. Pria berusia 56 tahun ini mengambil alih kursi tertinggi FIFA dari Sepp Blatter setelah skandal korupsi yang mengguncang organisasi tersebut pada 2015.

Infantino juga mengubah aturan yang memungkinkan dirinya mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat. Jika kembali terpilih, ia berpotensi memimpin FIFA hingga 2031. Di tengah polemik, penasihat senior FIFA Carlos Cordeiro mengundurkan diri.

Basis Eropa: Ceferin, Al Khelaifi, dan Wenger

Presiden Paris Saint-Germain asal Qatar, Nasser al-Khelaifi, menyampaikan pidato di samping trofi di stadion Parc des Princes, Paris, pada 31 Mei 2026, selama acara khusus yang diselenggarakan untuk merayakan kemenangan mereka atas Arsenal FC di final Liga Champions UEFA bersama para pendukung. PSG meraih kemenangan Liga Champions berturut-turut dengan kemenangan adu penalti 4-3 atas Arsenal setelah bermain imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu pada 30 Mei 2026. (FRANCK FIFE/POOL/AFP)
Presiden Paris Saint-Germain asal Qatar, Nasser al-Khelaifi, menyampaikan pidato di samping trofi di stadion Parc des Princes, Paris, pada 31 Mei 2026, selama acara khusus yang diselenggarakan untuk merayakan kemenangan mereka atas Arsenal FC di final Liga Champions UEFA bersama para pendukung. PSG meraih kemenangan Liga Champions berturut-turut dengan kemenangan adu penalti 4-3 atas Arsenal setelah bermain imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu pada 30 Mei 2026. (FRANCK FIFE/POOL/AFP)

Presiden UEFA Aleksander Ceferin kerap disebut sebagai kandidat potensial. Selama beberapa tahun terakhir, ia beberapa kali berselisih dengan FIFA dalam sejumlah isu dan menyuarakan kritik, termasuk terkait pembatalan kartu merah Folarin Balogun. Ceferin bahkan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026, meski Timnas Spanyol tampil pada laga tersebut. Kendati disebut nyaman memimpin UEFA sejak 2016 dan diperkirakan melanjutkan masa jabatan ketiganya hingga 2031, ia dikabarkan bersedia maju apabila dibutuhkan dan tak ada kandidat lain.

Nasser Al Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain (PSG) yang juga memimpin European Football Clubs (EFC), turut masuk radar. Ia dikenal menentang pembentukan Liga Super Eropa pada 2021. Perwakilannya menegaskan Al Khelaifi tidak memiliki ambisi ataupun ketertarikan untuk menduduki jabatan Presiden FIFA, meski sejumlah laporan menyebut peluang tersebut belum sepenuhnya tertutup.

Arsene Wenger, mantan manajer Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, juga disebut berpeluang. Selama di FIFA, Wenger beberapa kali mengemukakan usulan perubahan aturan permainan. Dengan pengalaman panjang dan posisinya di dalam organisasi, ia dinilai dapat menjadi opsi bila dukungan mencukupi.

2 Ketua Konfederasi: Montagliani dan Salman Al Khalifa

Presiden Concacaf Victor Montagliani, asal Kanada, telah beberapa kali dikaitkan dengan peluang menuju kursi Presiden FIFA bahkan sebelum polemik terbaru mencuat. Masa jabatannya di Concacaf berakhir tahun depan dan ia sedang mengupayakan periode berikutnya. Namun bukan tidak mungkin Montagliani memilih maju pada pemilihan Presiden FIFA.

Dari Asia, Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa masuk daftar kandidat potensial. Selain memimpin AFC, tokoh asal Bahrain itu juga menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Dewan FIFA. Ia turut menyampaikan kritik terhadap langkah yang diambil Infantino terkait rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.

AFC termasuk konfederasi yang menolak rencana penjualan hak komersial tersebut. Seperti Montagliani, Salman juga akan menghadapi pemilihan di konfederasinya tahun depan, bersamaan dengan kemungkinan adanya pemilihan Presiden FIFA.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.