Serapan Tenaga Kerja Terancam, Investasi di Jateng Mulai Bergeser dari Padat Karya ke Padat Modal
rika irawati August 02, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah terancam setelah terjadi pergeseran investasi dari padat karya menjadi padat modal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan, dominasi investasi padat modal terjadi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang). 

Meski angka investasi di Batang besar namun serapan tenaga kerja termasuk rendah.

Catatan Sakina, Kabupaten Batang masuk tiga besar wilayah soal angka investasi, yaitu Rp6,11 triliun.

Namun, serapan tenaga kerjanya menduduki peringkat 11 di Jateng dengan angka 6.584 tenaga kerja.

Baca juga: Di Tengah Ancaman PHK, 213 Ribu Tenaga Kerja di Jateng Terserap Berkat Investasi Rp48 Triliun

Berbeda dari Kendal, dengan nilai investasi tak jauh beda, yakni di angka Rp6,56 triliun, namun serapan tenaga kerja mencapai 19.386 orang.

"Dari kondisi itu, kami berkoordinasi dengan BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas), agar memberikan pelatihan sesuai kebutuhan industri," kata Sakina, Sabtu (1/8/2026).

Kendati terbuka pada investasi padat modal, Sakina mengatakan, Pemprov Jateng masih mengharapkan kehadiran industri padat karya agar bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Saat ini, industri padat karya masih menjadi andalan di Jateng, terutama dari industri barang dari kulit dan alas kaki.

Dari sektor tersebut, nilai investasinya mencapai Rp5,85 triliun (semester I, 2026) dan mampu menyerap 51.288 tenaga kerja.

Disusul industri karet dan plastik dengan nilai investasi sebesar Rp5,1 triliun, dengan serapan tenaga kerja 11.534 orang. 

Kemudian, industri kayu dengan nilai investasi Rp4,73 triliun, menyerap 6.287 tenaga kerja.

Sementara, industri tekstil yang investasinya mencapai Rp3,92 triliun, menyerap 44.460 tenaga kerja.

"Jawa Tengah masih membutuhkan industri padat karya agar mengurangi angka pengangguran," tambahnya.

Targetkan Investasi 99 Triliun

Tahun ini, Pemprov Jateng menargetkan menerima investasi sebesar Rp99,09 triliun.

Capaian sementara target investasi di Jateng pada semester I 2026 mencapai Rp6.57 triliun. 

Investasi itu terdiri dari modal asing sebesar Rp25,92 triliun (53,6 persen) dan modal dalam negeri Rp22,62 triliun (46,6 persen).

Baca juga: 6 Daerah di Jateng Siap Membangun Kawasan Industri Baru, Banyumas Menyusul

Dari angka Rp48,54 triliun terdiri dari 55.989 proyek dengan serapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang.

Nilai investasi itu tersebar di lima daerah, meliputi Kota Semarang Rp6,57 triliun, Kabupaten Kendal Rp6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp4,58 triliun, dan sisanya di Kabupaten Demak.

Sakina menambahkan, sektor investasi di Jateng didominasi industri barang dari kulit dan alas kaki dengan nilai Rp5,85 triliun, industri karet dan plastik Rp5,1 triliun, industri kayu Rp4,73 triliun.

Berikutnya, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, sebesar Rp4,21 triliun. 

Dan, industri tekstil Rp3,92 triliun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.