TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim PSIM Yogyakarta mengawali rangkaian pramusim Super League 2026/2027 dengan melakoni laga uji coba perdana menghadapi klub lokal DIY, Beta Jaya, di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu (1/8/2026) sore.
Bagi Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama.
Laga ini lebih dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun chemistry antarpemain sekaligus mengenalkan filosofi permainan yang ingin diterapkannya kepada skuad Laskar Mataram.
Van Gastel mengatakan pertandingan pertama selalu menjadi momen penting bagi para pemain untuk saling mengenal, terutama bagi wajah-wajah baru yang masih beradaptasi dengan rekan setim maupun metode kepelatihannya.
“Ini kan pertandingan pertama, jadi para pemain harus saling beradaptasi satu sama lain, dan para pemain baru juga harus terbiasa dengan saya dan apa yang saya harapkan dari mereka,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Meski mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, mantan pelatih akademi Feyenoord itu mengapresiasi semangat dan determinasi yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan.
“Tapi secara keseluruhan, energi serta kemauan untuk bermain dan menang sangat bagus menurut saya. Jelas kami masih harus banyak berbenah, tapi ini baru laga pertama, jadi untuk saat ini sudah cukup baik,” katanya.
Menurut Van Gastel, laga kontra Beta Jaya juga menjadi kesempatan untuk mulai menanamkan identitas permainan PSIM Yogyakarta musim ini.
Ia ingin timnya tampil dominan melalui penguasaan bola, dibarengi tekanan tinggi ketika kehilangan bola.
“Target utamanya adalah cara bermain yang kami inginkan, khususnya dalam penguasaan bola (ball possession). Hal kedua adalah fisik. Saya ingin mereka terus menekan,” ungkapnya.
Untuk menguji kesiapan fisik, Van Gastel membagi menit bermain para pemain.
Sebagian besar hanya tampil selama 45 menit, namun diminta mengeluarkan intensitas yang lebih tinggi dibanding pertandingan normal.
“Sebagian besar dari mereka hanya main 45 menit, jadi saya minta mereka bekerja ekstra keras melebihi biasanya. Biasanya pemain menghemat tenaga untuk 90 menit, tapi tadi hanya 45 menit dan mereka berhasil melakukannya,” jelasnya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Kembali Berkandang di SSA Bantul, Van Gastel Singgung Dampak Korupsi Mandala Krida
Ia menegaskan, tujuan utama uji coba perdana ini bukan sekadar melihat hasil akhir, melainkan memastikan para pemain mulai memahami skema permainan sekaligus meningkatkan kondisi fisik sebagai bekal menghadapi kompetisi.
“Jadi, inti ujiannya adalah membiasakan diri dengan skema permainan dan meningkatkan kondisi fisik,” tegas Van Gastel.
Pelatih berusia 54 tahun itu optimistis perkembangan PSIM akan semakin terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Pasalnya, seluruh pemain dijadwalkan sudah bergabung pada pekan ini sehingga proses pematangan taktik bisa berjalan lebih maksimal.
“Saya berharap kami terus berkembang. Minggu ini skuad kami akan lengkap karena semua pemain sudah bergabung. Setelah itu, kami bisa fokus bersiap menghadapi awal liga sambil terus membenahi taktik dan kondisi fisik. Kami juga merencanakan enam pertandingan lagi,” pungkasnya. (*)