Pemkot Yogyakarta Berikan Imunisasi HPV Gratis untuk 3.146 Anak Laki-laki Mulai Agustus 2026
Muhammad Fatoni August 02, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal memperluas jangkauan program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) pada tahun ini.

Jika sebelumnya sasaran utama hanya ditujukan bagi anak perempuan, mulai Agustus 2026, anak laki-laki di Kota Yogyakarta juga akan menerima vaksinasi tersebut.

​Langkah ini dilakukan guna mencegah penularan virus HPV yang tidak hanya memicu kanker serviks pada perempuan, namun juga berbagai penyakit kanker pada laki-laki.

​Pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki rencananya diselenggarakan berbarengan dengan agenda Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026.

​Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengungkapkan, selama ini kerap muncul stigma bahwa vaksin HPV hanya ditujukan untuk kaum hawa karena selalu dikaitkan dengan kanker serviks.

​Padahal, ia menjelaskan, infeksi virus HPV pada pria juga menyimpan potensi bahaya serius, seperti risiko kanker anus, penis, hingga orofaring.

Di samping itu, laki-laki juga dapat berperan sebagai carrier atau pembawa yang menularkan virus HPV kepada perempuan.

“HPV bisa menyerang baik perempuan maupun laki-laki. Perluasan imunisasi HPV pada anak laki-laki ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit yang disebabkan oleh HPV,” katanya, Minggu (2/8/2026).

Sasaran Imunisasi

​Endang menyampaikan, pada pelaksanaan tahun 2026, imunisasi HPV diprioritaskan bagi anak laki-laki berusia 11 tahun atau setingkat kelas 5 SD.

​Sementara untuk anak perempuan, sasaran meliputi usia 11 tahun (kelas 5 SD), 12 tahun (kelas 6 SD), serta usia 15 tahun (kelas 9 SMP) yang belum sempat menerima imunisasi HPV. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, total sasaran imunisasi HPV untuk anak laki-laki di wilayahnya mencapai 3.146 anak.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta dan PKBI DIY Gagas Fasilitas Transisi untuk Penyintas Kesehatan Mental

​Proses penyuntikan akan difasilitasi oleh puskesmas di masing-masing wilayah dan digelar secara langsung di sekolah-sekolah. 

​“Pelaksanaannya Agustus itu sesuai dengan jadwal kesepakatan antara puskesmas dan sekolah. Vaksin HPV aman dan efektif. Sudah melalui uji klinis dan dipakai oleh sebagian besar negara-negara di dunia. Efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi pada umumnya adalah reaksi tubuh yang ringan seperti demam, nyeri dan kemerahan atau pembengkakan di area penyuntikan,” terangnya.

​Lebih lanjut, Endang memaparkan, HPV merupakan virus yang menginfeksi permukaan kulit dan selaput lendir dengan gejala umum berupa kutil di area lengan, kaki, mulut, hingga kelamin. 

Penularannya terjadi lewat kontak kulit langsung, hubungan seksual, kontak genital, maupun transmisi vertikal dari ibu ke bayi.

Gratis

​Mengingat pentingnya pencegahan ini, ia mengimbau para orangtua dan masyarakat luas untuk memanfaatkan program pemerintah sebaik mungkin. 

Pasalnya, jika dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta, biaya vaksinasi HPV bisa mencapai Rp900 ribu hingga Rp1 juta per dosis.

​Melalui program fasilitasi ini, masyarakat pun tidak dipungut biaya alias gratis karena seluruh anggarannya ditanggung oleh pemerintah.

​“Kami sudah melakukan kolaborasi dengan lintas sektor dalam penjangkauan sasaran maupun saat pelaksanaan. Keberhasilan program membutuhkan dukungan dan sinergi kita bersama. Kami harap masyarakat mendukung imunisasi HPV ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” tambahnya.

​Sebagai informasi, Kota Yogyakarta ditunjuk sebagai pelaksana imunisasi HPV pada anak laki-laki karena DIY ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai lokasi piloting project. 

Khusus di Kota Yogyakarta sendiri, program imunisasi HPV untuk anak perempuan kelas 5 dan 6 SD sudah berjalan sejak kisaran tahun 2022 lalu. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.