TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menilai sekolah maupun satuan pendidikan menjadi semakin kuat apabila para alumni merasa memiliki dan terus kembali memberikan manfaat bagi almamater.
Hal itu disampaikan saat pembukaan Musyawarah Nasional Pertama IKA Pisayita, Lustrum XIII (ke-13) atau 65 tahun SMP Negeri 1 Piyungan, di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).
"Kita hidup pada masa yang ditandai oleh perubahan sangat cepat. Revolusi teknologi, kecerdasan buatan, transformasi digital, hingga perubahan sosial yang begitu dinamis, menghadirkan tantangan baru bagi dunia Pendidikan," katanya.
Di tengah perubahan tersebut, sekolah dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk manusia dengan karakter berintegritas, empati, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya, dan tanah air.
Disampaikannya, DI Yogyakarta memiliki kekuatan luar biasa yakni budaya.
Menurut GKR Hemas, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi menjadi sumber nilai yang membentuk karakter generasi muda.
"Nilai hamemayu hayuning bawana, tepa selira, gotong royong, serta penghormatan kepada sesama merupakan modal sosial yang harus terus ditanamkan dalam proses pendidikan," ujarnya.
Atas hal tersebut, ia meyakini bahwa pendidikan berbasis budaya terutama yang diterapkan di Yogyakarta bukan berarti kembali ke masa lalu, melainkan menjadikan budaya sebagai fondasi untuk menjawab tantangan masa depan.
Kemajuan teknologi dinilai harus berjalan seiring dengan kematangan karakter.
Namun, ia menyadari bahwa pemerintah terus melakukan transformasi pendidikan melalui pendekatan berbasis data.
Baca juga: Kisah Perjuangan Dua Wisudawan Berpretasi UAD, Raih Penghargaan dan Beragam Prestasi
Tercatat, rapor pendidikan tahun data 2025 oleh Kemendikdasmen menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, pemerataan kualitas layanan pendidikan, serta peningkatan kapasitas guru masih menjadi agenda prioritas.
"Peningkatan kemampuan literasi, pemerataan kualitas guru, serta penguasaan keterampilan perlu menjadi perhatian. Tentu bagi lembaga pendidikan, peran alumni menjadi penting dalam mewujudkan cita-cita ini," ujar dia.
Melalui hal tersebut, pihaknya turut berharap bahwa organisasi alumni tidak berhenti sebagai ruang nostalgia semata.
Alumni memiliki modal sosial, pengalaman, jejaring, dan kapasitas yang sangat besar untuk membantu sekolah berkembang.
"Saya memandang bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bangsa. DPD RI secara konsisten memberikan perhatian serta perlindungan terhadap hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu," tandasnya.(*)