Persebaya Surabaya Vs Arema FC, Derby Jatim Warnai Semifinal Piala Presiden 2026
Eko Darmoko August 02, 2026 01:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Derby Jatim akan mewarnai semifinal Piala Presiden 2026, mempertemukan Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Laga Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC digelar Selasa (4/8/2026) mendatang.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai laga ini tidak akan mudah.

Meski timnya lebih diunggulkan, karena lolos dengan status juara Grup B. Sementara Arema FC runner-up Grup A.

"Saya sudah melihat Arema, mengamati beberapa pertandingan."

"Tapi saya akan menganalisis Arema lagi."

"Saya pikir Arema memiliki tim yang bagus, pemain-pemain yang bagus," kata Bernardo Tavares.

Baca juga: Kondisi Cedera Paha Gustavo Henrique Diungkap Dokter Setelah Loloskan Arema FC ke Semifinal

Ia juga menilai Arema FC memiliki persaingan yang ketat, di setiap posisi.

Satu dua pemain yang bisa bermain sangat bagus yang mereka tunjukkan di babak penyisihan Grup A.

"Mereka tidak kehilangan pemain kunci dari musim lalu."

"Dan mereka membawa pemain-pemain bagus musim ini," kata pelatih berusia 46 tahun itu.

Dua tim dipastikan menjalani laga tidak mudah.

Karena sama-sama tampil pincang tanpa striker asingnya.

Arema FC tanpa Gustavo Henrique yang mengalami cedera otot paha depan ketika menghadapi DPMM FC, laga penutup Grup B Piala Presiden 2026, Jumat (31/7/2026).

Absennya striker 26 tahun asal Brasil itu menjadi kerugian besar bagi Arema FC.

Karena ia menjadi lumbung gol di Piala Presiden 2026.

Total lima gol yang Arema FC ciptakan dari tiga pertandingan Grup A, empat gol di antaranya dicetak Gustavo Henrique.

Baca juga: Bernardo Tavares Akui Skema Bola Mati Jadi Strategi Baru Persebaya Surabaya

Situasi sama dialami Persebaya, turun tanpa striker asingnya Alex Martins yang mengalami cedera ketika menghadapi Port FC (1/8/2026).

Alex Martins menyumbang satu gol dari tiga pertandingan Persebaya Grup B.

Pergerakan striker asal Brasil itu juga sering merepotkan pertahanan lawan.

"Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit," terang Bernardo Tavares.

Arema FC menyambut laga semifinal dengan waktu istirahat sehari lebih banyak dibanding Persebaya.

"Arema memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak daripada kami untuk mempersiapkan pertandingan, untuk memulihkan diri," terangnya.

Waktu istirahat singkat memang menjadi tantangan besar bagi Grup B yang memainkan laga sehari setelah pertandingan terakhir Grup A.

"Karena saat ini, setelah tiga pertandingan, dengan waktu pemulihan yang singkat, hal itu dapat membuat perbedaan besar," tegas Bernardo Tavares.

"Karena tim-tim lain menunggu di sofa dengan waktu satu setengah hari lebih lama."

"Jadi, ini memungkinkan mereka untuk pulih dan mempersiapkan pertandingan," tambahnya.

Fokus pemulihan kondisi menyambut semifinal juga disampaikan pemain Persebaya, Jefferson Silva.

"Dengan cara ini, akan lebih mudah untuk melakukan pekerjaan dengan baik," kata Jefferson Silva.

"Jadi, kami perlu rendah hati dan selangkah demi selangkah mencoba untuk melakukan yang lebih baik daripada mereka," tambahnya.

Meski tidak mudah, Bernardo Tavares akan semaksimal mungkin mempersiapkan tim menyambut babak semifinal.

Ia senang, karena tim terus mengalami peningkatan.

Termasuk mencetak dua gol lewat skema permainan terbuka ke gawang Port FC yang sebelumnya selalu kesulitan.

"Kami perlu menganalisis hal-hal baik untuk dicoba dan diulangi lagi di pertandingan selanjutnya," pungkas Bernardo Tavares.

Baca juga: Buntu di Babak Pertama, Timnas Indonesia Ngamuk di Babak Kedua, Bungkam Timor Leste 3-0

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.