Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Gelombang kritik terhadap Baitul Mal Aceh terus menguat setelah mencuatnya dugaan pemotongan bantuan modal usaha yang viral di media sosial.
Menyusul polemik tersebut, jajaran pimpinan Baitul Mal Aceh didesak mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Desakan itu disampaikan pemerhati seni dan sosial Aceh, Maimunzir, yang akrab disapa Bang Gaess.
Menurutnya, dugaan penyimpangan bantuan telah mencoreng kredibilitas lembaga pengelola zakat di mata masyarakat.
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa bantuan modal usaha yang seharusnya diterima sebesar Rp5 juta diduga dipotong, sehingga penerima manfaat hanya memperoleh Rp500 ribu.
"Terlepas dari bagaimana hasil penyelidikan nantinya, kasus ini sudah menjadi perhatian publik. Jika memang ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, para petinggi Baitul Mal Aceh sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral," kata Maimunzir kepada Serambi, Minggu (2/8/2026).
Baca juga: MaTA Terima Sejumlah Laporan Terkait Dugaan Pungli Bantuan Modal Usaha Baitul Mal Aceh
Menurut Maimunzir, polemik tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran bantuan publik.
Ia menilai pengawasan dan tata kelola di lingkungan Baitul Mal Aceh perlu dibenahi agar lebih akuntabel, transparan, dan terbuka terhadap pengawasan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh instansi publik di Aceh untuk menjaga integritas dalam mengelola dana bantuan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk H. Muhammad Yunus M. Yusuf atau Abon Yunus, menyatakan pihaknya menyambut baik informasi yang disampaikan media terkait dugaan penyimpangan tersebut.
Menurutnya, temuan yang mencuat menjadi bahan evaluasi bagi Baitul Mal Aceh untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan.
"Terima kasih kepada kawan-kawan di media, baik online maupun cetak, yang telah menemukan ada beberapa kejanggalan tentang bantuan individu. Kami selaku Baitul Mal Aceh tidak menafikan. Terima kasih atas infonya," kata Abon Yunus dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Baitul Mal Aceh, Senin (27/7/2026) malam.
Ia menegaskan, Baitul Mal Aceh akan menjadikan informasi tersebut sebagai bahan evaluasi guna memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan dan lebih transparan.