Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh mengalami kenaikan tipis, Minggu (2/8/2026).
Saat ini, harga kakao kering di tingkat petani naik sebesar Rp 1.000, dari sebelumnya Rp 82.000 per kilogram menjadi Rp 83.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang pengumpul (tauke) kakao di Aceh Tenggara, Sabri, membenarkan adanya tren kenaikan tersebut.
Menurutnya, pergerakan harga lokal sangat bergantung pada kondisi pasar di Medan, Sumatera Utara.
“Saat ini harga kakao kering mulai naik secara bertahap karena harga di pasaran Sumatera Utara juga naik.
Kami membeli hasil panen petani mengikuti harga pasar di Medan,” ujar Sabri kepada TribunGayo.com.
Peningkatan bertahap ini disambut positif oleh para petani setempat.
Petani kakao asal Desa Lawe Loning Aman, Aceh Tenggara, Syaifullah mengungkapkan bahwa harga kakao secara konsisten terus naik dari yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp 52.000 per kilogram.
Harapan serupa disampaikan oleh Asbi, petani kakao dari Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam, beserta para petani lainnya.
Mereka berharap tren positif ini terus berlanjut.
“Semoga harga kakao terus naik hingga bisa mencapai level Rp 170.000 per kilogram,” tutur Asbi penuh harap. (*)
Baca juga: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sebanyak 255 Napi Lapas Kutacane Aceh Tenggara Diusul Dapat Remisi
Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Naik Jadi Rp 82.000 per Kilogram
Baca juga: Genjot Pajak Kendaraan, Anggota DPRA Minta BPKA Sediakan Mobil Samsat Keliling di Aceh Tenggara