Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menetapkan logo Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jatim, setelah melalui proses seleksi dan penilaian karya dari para peserta lomba.
Logo terpilih akan menjadi identitas resmi seluruh rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Trenggalek selama satu tahun ke depan.
Karya terbaik tersebut merupakan hasil rancangan Fitrah Rahmadhani Ahmad, warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul.
Desainnya dinilai paling mampu merepresentasikan tema besar Hari Jadi Trenggalek ke-832, yakni “Hambeging Bumi”, yang mengangkat nilai harmoni antara manusia, budaya, dan kelestarian alam.
Selain menetapkan pemenang utama, panitia juga memilih dua karya terbaik lainnya sebagai juara kedua dan ketiga.
Ketiga finalis merupakan putra daerah Trenggalek yang berhasil menyisihkan peserta lainnya melalui proses penilaian berdasarkan konsep, kreativitas, hingga kemudahan penerapan desain.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan logo yang terpilih merupakan hasil seleksi dari tiga besar karya terbaik dan resmi digunakan sebagai identitas Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-832.
“Dari ketiga pemenang tersebut pemenang pertama dijadikan Logo Resmi Hari Jadi ke-832 Trenggalek,” ujar Yusuf Widharto kepada TribunJatim.com, Minggu (2/8/2026).
Baca juga: 2 Calon Orang Tua Sudah Antre Adopsi Bayi Terlantar yang Ditemukan di Trenggalek
Yusuf menjelaskan, juara pertama diraih Fitrah Rahmadhani Ahmad asal Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul.
Sementara juara kedua diraih Ghani Rahman Hadiid asal Desa Karangan, Kecamatan Karangan.
Adapun juara ketiga diraih Alekza Mada Marcello asal Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan.
Ketiga peserta tersebut dinilai mampu menghadirkan desain yang mencerminkan identitas Trenggalek sekaligus sejalan dengan tema yang diusung pada peringatan tahun ini.
Yusuf mengungkapkan, tema Hari Jadi Trenggalek ke-832 adalah “Hambeging Bumi”, yang memiliki makna watak, sikap, dan laku hidup manusia yang senantiasa selaras serta arif dalam menjaga keseimbangan alam.
“Menjaga keseimbangan alam semesta sebagai sumber utama kehidupan. Serta menjauhi perilaku merusak lingkungan,” ulasnya.
Ia menjelaskan, inti tema tersebut diambil dari filosofi gunungan dalam tradisi pewayangan Jawa.
“Dalam tradisi pewayangan Jawa, gunungan merupakan lambang jagad atau alam semesta. Ia menjadi simbol awal kehidupan, pusat keseimbangan, sekaligus penutup sebuah perjalanan,” bebernya.
Filosofi tersebut kemudian diwujudkan dalam desain logo melalui tiga siluet gunungan yang ditransformasikan menjadi angka 832.
“Dimana logo tersebut menyatukan identitas hari jadi dengan akar budaya Jawa yang menjadi ruh tema Hambeging Bumi,” terangnya.
Yusuf mengatakan penentuan pemenang didasarkan pada sejumlah aspek penilaian, mulai dari kesesuaian konsep dengan tema, orisinalitas ide, keunikan desain, komposisi visual, hingga nilai artistik dan kemudahan logo untuk diaplikasikan pada berbagai media.
“Yang terakhir adalah artistik dan estetika dilihat dari komposisi dan kemudahan pengaplikasian,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada para pemenang.
“Pemenang pertama Rp3 juta, pemenang kedua Rp2 juta, pemenang ketiga Rp1 juta,” jelasnya.
Yusuf juga mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, maupun badan publik agar menggunakan logo resmi tersebut dalam berbagai kegiatan resmi selama satu tahun ke depan.
“Diharapkan OPD atau badan publik dapat memanfaatkan atau menyematkan logo tersebut pada setiap acara resmi, selama satu tahun ke depan sampai dengan dikeluarkan lagi logo resmi berikutnya,” tutupnya.