TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Hujan yang mengguyur Lapangan Parkir Kantor Wali Kota Tarakan, Minggu (2/8/2026), tidak menyurutkan semangat puluhan peserta mengikuti Apel Pembaretan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Di hadapan sekitar 61 peserta, Wali Kota Tarakan, Khairul, menekankan agar keberadaan Kokam tidak hanya dikenal sebagai organisasi internal Muhammadiyah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sebagai pembina apel, Khairul menilai pembaretan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang harus dijalankan setiap kader.
Menurutnya, disiplin, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Khairul berharap para kader Kokam mampu hadir di berbagai situasi kemasyarakatan, mulai dari kegiatan sosial, kemanusiaan, hingga membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.
"Dengan begitu, keberadaan Kokam dapat dirasakan seluruh warga tanpa memandang latar belakang organisasi maupun golongan," kata Wali Kota Tarakan, Khairul.
Baca juga: Khairul Pastikan Anggaran Pendidikan Tarakan tak Dipangkas, TPP ASN Dipotong Bukan Khusus Guru
Khairul juga mengingatkan agar semangat pengabdian menjadi identitas utama setiap anggota Kokam.
Organisasi tersebut dinilai memiliki potensi besar apabila mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Tarakan.
Usai prosesi pembaretan, Khairul turut menyampaikan ucapan selamat kepada para kader yang telah mengikuti tahapan pendidikan dasar.
Ia juga menyempatkan bersilaturahmi dengan keluarga besar Kokam, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi kepemudaan berbasis nilai keagamaan tersebut.
Kegiatan pembaretan itu menjadi rangkaian dari pelaksanaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara dan Pendidikan serta Latihan Dasar (Diklatsar) Kokam yang digelar di Tarakan.
Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan Rapimwil dan Diklatsar Kokam merupakan agenda rutin organisasi untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta Diklatsar Kokam di Kalimantan Utara yang mencapai lebih dari seratus orang.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semangat kader Pemuda Muhammadiyah di daerah perbatasan terus tumbuh.
Selain itu, Dzulfikar turut mendorong lahirnya inisiatif Kapal Migran, sebuah program yang diarahkan sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi, dan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia.
Program tersebut dipandang relevan mengingat Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah strategis perlintasan pekerja migran menuju Malaysia, sehingga dibutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat edukasi dan perlindungan bagi masyarakat.
(Adv)
Penulis: Andi Pausiah