Liputan6.com, Jakarta - Timnas Vietnam gagal memetik kemenangan atas Singapura pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Pelatih Kim Sang-sik mengakui para pemainnya berada di bawah tekanan dan merasakan kelelahan jelang agenda penting berikutnya.
Ia menyebut performa The Golden Star tidak sesuai ekspektasi dan menyoroti organisasi pertahanan lawan, sebagaimana dikutip dari Tien Phong. Kim juga menilai banyak peluang terbuang di momen-momen krusial.
Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan akan melakukan pembenahan sebelum melawat ke markas Timnas Indonesia. Fokus perbaikan mencakup pengambilan keputusan di sepertiga akhir dan efektivitas serangan.

Laga di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Jumat (31/7/2026), berakhir tanpa gol. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Vietnam menekan sejak awal namun kesulitan menembus barisan belakang The Lions.
Kim menilai pertahanan Singapura tampil disiplin, sementara jebakan offside mereka beberapa kali menggagalkan pergerakan lini depan tuan rumah. Ia juga menyebut Nguyen Quang Hai dkk. menjaga daya juang hingga peluit akhir.
"Di babak pertama, kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak mampu memanfaatkannya. Yang paling saya hargai adalah para pemain berjuang hingga menit terakhir dengan tekad yang besar. Itulah semangat yang perlu dipertahankan tim dalam pertandingan mendatang," ujarnya.
Usai pertandingan, Kim blak-blakan menilai performa timnya di bawah standar. Ia menggarisbawahi kesiapan taktis Singapura yang menyulitkan, terutama dalam penerapan garis pertahanan tinggi.
"Mengenai pertandingan hari ini, berdasarkan apa yang kami tunjukkan, kami tidak bermain dengan baik. Singapura mempersiapkan diri dengan sangat matang untuk situasi jebakan offside," ujar Kim Sang-sik dikutip dari Tien Phong.
"Setelah kemenangan dengan skor tinggi melawan Timor Leste, para pemain agak kelelahan dan berada di bawah tekanan untuk mencetak gol. Tergesa-gesa ini mencegah kami memanfaatkan peluang," imbuhnya.
Kim mengakui keputusan rotasi belum menghasilkan perbedaan berarti. Ia memuji kerja keras barisan pengganti, tetapi efektivitas penyelesaian akhir tetap tidak muncul hingga laga usai.
"Singapura adalah tim yang kuat. Kami melakukan perubahan pemain untuk mencoba membuat perbedaan, tetapi saya sendiri tidak melakukan pekerjaan dengan baik," ujar pelatih yang membawa Vietnam menjuarai Piala AFF 2024 itu.
"Pemain yang masuk bermain sangat aktif, bahkan memiliki peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Kami perlu melakukan lebih banyak perubahan untuk mempersiapkan pertandingan melawan Indonesia dan Kamboja," lanjut pelatih berusia 49 tahun itu.
Laga krusial berikutnya digelar di kandang Timnas Indonesia, Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi rencana perbaikan yang disusun tim pelatih Vietnam.
Di klasemen sementara Grup A, Singapura memimpin dengan 7 poin dari tiga laga. Timnas Indonesia berada di posisi kedua dengan 6 poin dari dua laga. Vietnam mengoleksi 4 poin dari dua laga.