Jalan Panjang Juara All England 5 Kali dan Pawang Marcus/Kevin, Yuta Watanabe Juara World Tour Lagi
Ardhianto Wahyu August 02, 2026 05:33 PM

MONEY SHARMA/AFP
Ganda campuran Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, menjadi juarai Taipei Open 2026. Bagi Watanabe, ini trofi World Tour pertamanya sejak Malaysia Open 2024.

BOLASPORT.COM - Pebulu tangkis spesialis ganda, Yuta Watanabe, mencapai puncaknya lagi di turnamen World Tour setelah menjadi kampiun Taipei Open 2026. Perjuangan panjang selama dua tahun akhirnya terbayarkan.

Yuta Watanabe/Maya Taguchi menjadi juara setelah memenangkan final ganda campuran Taipei Open 2026 pada Minggu (2/8/2026) di Taipei Arena, Taiwan.

Pasangan Jepang ini mengalahkan unggulan tuan rumah, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, dengan skor cukup telak 21-19, 21-8.

Gelar juara Taipei Open 2026 menjadi langkah yang dinanti duet senior-junior karena menjadi event World Tour pertama yang sukses dimenangi.

Watanabe barangkali tidak mengira butuh waktu selama ini untuk bisa menjadi juara bahkan di level Super 300 alias setara Grand Prix Gold pada masa lalu.

Kualitas individu Watanabe sebagai pemain ganda tidak perlu diragukan dengan torehan puncak berupa 5 kali juara All England di sektor yang berbeda.

Pemain kidal itu bahkan pernah menjadi momok ganda putra paling dominan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada masa kejayaan.

Watanabe dan partner, Hiroyuki Endo, menjadi pawang Minions dengan 6 kemenangan beruntun yang diawali dengan pembantaian 21-18, 21-3 di final Kejuaraan Asia 2019.

Sedangkan di ganda campuran dia menjadi kekuatan bersama Arisa Higashino sampai pemenang dua medali perunggu Olimpiade ini berpisah pasca-Japan Open 2024.

Watanabe menggandeng pemain putri remaja, Maya Taguchi, dan harus memulai lagi dari kasta ketiga, International Challenge/Series.

Periode pertama tidak mudah dengan sederet early exit. Kegagalan meraih hasil bagus selama privilese notional point membuat mereka kesulitan menembus turnamen level tinggi sesudah itu.

Watanabe sempat berganti pasangan dua kali lagi pada pertengahan tahun lalu, termasuk dengan pemain senior, Misaki Matsutomo.

Akhirnya Watanabe kembali lagi dengan Taguchi sejak Korea Masters 2025 pada September silam, periode kedua mulai menunjukkan tren yang lebih positif.

Keseriusan ditunjukkan Watanabe dengan pindah ke klub Taguchi, ACT Saikyo empat bulan yang lalu. Dia telah mengundurkan diri dari Pelatnasnya Jepang sejak tahun lalu.

Progres keduanya meningkat dengan raihan medali perunggu di Kejuaraan Asia 2026.

Diikuti sejumlah kemenangan atas pasangan juara World Tour, mereka akhirnya mencapai podium tertinggi akhir pekan ini.

Di Taipei Open 2026, Watanabe/Taguchi juga mengalahkan pasangan-pasangan yang punya nama di sirkuit bulu tangkis dunia.

Di perempat final dan semifinal mereka melibas juara All England, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, dan wakil Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Raihan gelar juara berpeluang mengangkat peringkat Watanabe/Taguchi lebih jauh.

Awal tahun ini masih di luar 50 besar ranking dunia BWF, pekan ini mereka menghuni peringkat 19 dunia dan menjadi yang kedua di negaranya.

Memperbaiki peringkat sebaik mungkin bakal menjadi target Watanabe/Taguchi karena ambisi lolos ke Olimpiade Los Angeles 2024.

Nomor-nomor ganda Olimpiade hanya diikuti 16 pasangan terpilih selama periode kualifikasi yang akan dimulai awal tahun depan. Kini, lolos Olimpiade tak lagi mimpi di siang bolong.

"Tujuan terbesar saya dalam karier adalah memenangkan medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028," tegas Watanabe pada April lalu, dikutip dari Badminton Spirit.

"Untuk mencapai itu, saya membuat keputusan ini untuk menciptakan lebih banyak waktu latihan dan lingkungan yang lebih baik untuk pasangan saya, Taguchi."

"Saya masih kurang berpengalaman. Saya akan terus bekerja keras agar Taguchi dan saya dapat berkembang, meskipun hanya sedikit, di setiap harinya."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.