Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS - Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok bergerak cepat menyergap kerumunan pemuda mencurigakan di wilayah Tapos, Kota Depok pada Sabtu (1/8/2026) dini hari.
Tak main-main, sebanyak 12 barang bukti senjata tajam dan benda berbahaya berhasil disita sebelum jatuh korban jiwa dalam aksi ceroboh itu.
Deretan senjata mematikan yang disita petugas meliputi enam bilah celurit ukuran besar, tiga gobang, dua stik golf, hingga satu busur panah siap tembak.
Operasi penangkapan dramatis ini bermula dari keberanian warga setempat yang melaporkan pergerakan mencurigakan kelompok remaja tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, membenarkan bahwa respons cepat kepolisian dipicu oleh aduan masyarakat yang merasa resah.
"Tim Patroli Perintis Presisi mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya perkumpulan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran," tegas Hendra dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).
Menindaklanjuti sinyal bahaya itu, tim presisi yang dipimpin langsung oleh Ipda Tulus Widodo meluncur kencang menembus kegelapan malam menuju lokasi.
Kepanikan seketika pecah di lokasi kejadian ketika raungan mesin kendaraan petugas membelah keheningan malam dan mengejutkan para remaja tersebut.
Baca juga: Penampakan Trotoar Rp 9,7 Miliar di Depok Amblas, Baru Satu Tahun Dipakai
Melihat kedatangan polisi beratap lampu rotator biru, kelompok remaja gertak sambal ini langsung berhamburan lari menyelamatkan diri.
Aksi kejar-kejaran seru di gang-gang sempit pun tak terhindarkan hingga akhirnya ketangguhan petugas berhasil menghentikan langkah belasan pemuda tersebut.
"Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan 13 remaja yang diduga terlibat," ungkap Hendra.
Tanpa ampun, seluruh remaja yang tertangkap beserta belasan senjata tajam langsung digelandang menuju markas kepolisian terdekat.
"Seluruh remaja tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Cimanggis guna menjalani pemeriksaan dan proses tindak lanjut," pungkasnya. (m38)