TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Belasan warga Jembrana yang jadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti uji kecakapan mengemudi atau driving test di kawasan parkir GOR Kresna Jvara, Bali, Minggu 2 Agustus 2026.
Seleksi ini juga dilaksanakan langsung oleh sejumlah perusahaan dari Jepang.
Nanti, calon pekerja diproyeksikan mengisi kuota program pekerja berkeahlian khusus atau Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang.
"Total ada 15 warga kita yang mengikuti tes," sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi saat dikonfirmasi, Minggu 2 Agustus 2026.
Baca juga: BRI Bekali 50 PMI di Taiwan dengan Pelatihan Kewirausahaan dan Keuangan
Menurut Mirah, kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Perusahaan asal Jepang.
Mereka yang nantinya layak atau lulus dalam uji kecakapan tersebut bakal bekerja di perusahaan tersebut di Jepang dan menerima kuota program kerja berkeahlian khusus atau Tokutei Ginou di Jepang.
Setelah melewati tes mengemudi, matematika, dan wawancara, peserta yang dinyatakan lulus oleh pihak perusahaan akan menandatangani kontrak awal.
Selanjutnya, mereka akan difasilitasi dalam verifikasi dokumen, pemantauan perkembangan bahasa, pengurusan Certificate of Eligibility (COE), hingga penerbitan visa kerja dari Pemerintah Jepang sebelum resmi diberangkatkan.
"Ini masih tes tahap awal. Nantinya ada tes lanjutan lagi, artinya masih proses. Ketika mereka dinyatakan lulus, bakal bekerja di sebuah perusahaan di Jepang," terangnya.
Sejauh ini, peserta didik binaan kolaborasi antara Fuji Academy dengan Pemkab Jembrana diwajibkan menguasai sejumlah kompetensi.
Seperti penguasaan Bahasa Jepang dasar setara level N5 (internal Fuji Academy).
Sertifikasi resmi bahasa Jepang JFT-Basic N4 dan Sertifikasi Keahlian (SSW) sesuai dengan bidang keahlian kerja yang dilamar di Jepang.