Nasib 5 Guru Honorer Tiakur: Kerja Penuh Waktu Tanpa Gaji, Berujung Dipecat Saat Tuntut Hak
Ode Alfin Risanto August 02, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah guru honorer di SMK Kesehatan Iresa Anugerah Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mengaku mengalami perlakuan yang dinilai tidak adil selama mengabdi di bawah naungan Yayasan Iresa Sumber Kasih. 

Mereka mengaku bekerja penuh waktu tanpa gaji tetap, dibebani mencari siswa baru, hingga terancam dipecat ketika menuntut hak mereka.

Salah seorang guru berinisial DL mengungkapkan, kondisi yang dialami para tenaga pendidik sudah berlangsung cukup lama dan membuat mereka berada dalam dilema. 

Di satu sisi mereka ingin tetap mengajar demi masa depan peserta didik, namun di sisi lain hak-hak mereka sebagai tenaga pendidik disebut tidak pernah dipenuhi secara layak.

"Setiap hari kami diwajibkan masuk mengajar penuh waktu. Biaya transportasi dan makan kami tanggung sendiri. Gaji pokok tidak ada, kami hanya berharap dari dana BOS yang pencairannya setahun sekali," ungkap DL, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, alasan yang selalu disampaikan pihak sekolah dan yayasan adalah belum adanya dana operasional selain menunggu pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Akibatnya, para guru honorer mengaku harus bertahan tanpa kepastian penghasilan, meski tetap menjalankan seluruh kewajiban sebagai tenaga pendidik.

Guru Diminta Cari Siswa Baru

DL juga mengungkapkan, tekanan yang mereka alami tidak hanya sebatas mengajar.

Menjelang tahun ajaran baru, para guru diwajibkan mencari calon siswa agar target penerimaan peserta didik baru terpenuhi.

Mereka bahkan mengaku mendapat tekanan apabila jumlah siswa yang berhasil direkrut tidak sesuai harapan pihak sekolah.

"Guru akhirnya bukan hanya mengajar, tetapi juga harus mencari siswa. Kalau target tidak tercapai, kami yang disalahkan," katanya.

Menurut para guru, kondisi tersebut membuat tugas utama sebagai pendidik semakin terabaikan karena harus merangkap sebagai pencari peserta didik baru.

Gaji Bergantung Dana BOS

Persoalan lain yang dikeluhkan adalah mekanisme pembayaran honor.

DL menyebut seluruh penghasilan guru bergantung pada pencairan dana BOS. 

Bahkan ketika dana tersebut telah diterima sekolah, nominal honor yang diberikan dinilai jauh dari layak.

Ia juga mengaku terdapat pemotongan terhadap honor guru tanpa penjelasan yang terbuka.

"Kami tidak pernah mengetahui secara jelas bagaimana perencanaan maupun penggunaan dana BOS. Tidak pernah ada rapat bersama guru. Yang mengetahui hanya kepala sekolah dan bendahara BOS," ujarnya.

Menurutnya, tidak adanya transparansi tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan tenaga pendidik.

Tuntut Hak Malah Dipecat

DL mengaku puncak persoalan terjadi ketika sejumlah guru mulai mempertanyakan pembayaran honor mereka.

Alih-alih memperoleh penjelasan, ada lima orang guru yang menyuarakan hak justru disebut menerima surat pemberhentian secara sepihak.

"Kami hanya meminta hak kami setelah bekerja setiap hari. Tetapi yang kami terima justru surat pemecatan," katanya.

Para guru menilai tindakan tersebut mencederai semangat dunia pendidikan karena aspirasi mereka tidak pernah mendapat ruang untuk dibahas melalui dialog.

Soroti Peran Yayasan

Dalam struktur sekolah, SMK Kesehatan Iresa Anugerah Tiakur berada di bawah Yayasan Iresa Sumber Kasih.

Informasi yang diperoleh menyebutkan Kepala Sekolah, Rintje Mosse, merupakan istri dari Ketua Yayasan, Izak Yehosua Siamiloy.

Para guru berharap pengelolaan sekolah, khususnya terkait kesejahteraan tenaga pendidik dan penggunaan dana operasional, dapat dilakukan secara lebih terbuka dan akuntabel.

Minta Dinas Pendidikan dan DPRD Turun Tangan

Kasus yang dialami para guru honorer ini diharapkan menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Barat Daya maupun DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya.

Mereka meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap tata kelola sekolah serta memastikan hak-hak tenaga pendidik dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.