TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Timnas Indonesia akan menjalani laga penentuan melawan Vietnam dalam babak penyisihan grup A Piala AFF 2026 pada Senin (3/8/3026).
Jika mampu meraih kemenangan, Rizky Ridho dkk dipastikan meraih satu tiket semifinal.
Dukungan penuh dan optimisme tinggi terus mengalir agar Skuad Garuda mampu mengamankan poin penuh melawan Vietnam, apalagi pertandingan digelar di kandang sendiri yakni di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Salah satu dukungan datang dari Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng sekaligus pelopor Liga Aspal, Andicka Prasetya (27) yang meyakini Timnas Indonesia bakal keluar sebagai pemenang dalam duel sengit tersebut.
Meski mengakui rekor pertemuan kedua negara relatif berimbang, Andicka optimistis faktor status tuan rumah dan dukungan suporter akan menjadi pembeda.
"Kalau dilihat dari sejarahnya memang mungkin cukup berimbang. Tapi karena kita warga negara Indonesia dan pendukung Indonesia, pastinya harus menanglah. Apalagi main di kandang," ujar Andicka saat ditemui TribunJakarta.com, Minggu (2/8/2026).
Saat ditanya mengenai prediksi skor akhir, pria yang aktif menggerakkan kegiatan olahraga anak muda di wilayahnya ini tak ragu memberikan angka meyakinkan.
"Kita minta 2-0 lah buat Indonesia," tegasnya.
Menilik perjalanan Timnas Indonesia belakangan ini, Andicka menyoroti penampilan anak asuh John Herdman saat melibas Timor Leste dengan skor 3-0.
Menurutnya, performa Timnas menunjukkan peningkatan drastis, terutama di babak kedua.
"Lawan Timor Leste bagus banget sih. Memang di babak pertama agak kurang greget mainnya, tapi pas babak kedua lumayan tuh.
Tiba-tiba dari 1-0 langsung ke 3-0 dalam waktu 45 menit," ungkapnya.
Sebagai pemrakarsa Liga Aspal, turnamen sepak bola antar-anak muda di lingkungannya, Andicka juga melihat adanya benang merah antara semangat Timnas, klub lokal seperti Persija, dan pembinaan anak-anak di tingkat akar rumput.
Ia berharap ajang seperti Liga Aspal bisa menjadi batu loncatan bagi para remaja untuk mengasah mental dan kemampuan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih profesional.
"Mereka ini kan sebenarnya para penerus Timnas Indonesia. Berawal nanti main di aspal, tapi nanti bisa berakhir main di rumput, di Timnas. Semoga mereka bisa menjadi penerus untuk bermain di tim-tim besar," pungkasnya.