Perlintasan Rel Jalan RE Martadinata Kota Bogor Bakal Ditutup, Warga Terpaksa Ambil Jalan Memutar
Naufal Fauzy August 02, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perlintasan rel Jalan RE Martadinata Kota Bogor bakal ditutup oleh Pemerintah Kota Bogor.

Penutupan perlintasan rel ini menyusul penutupan perlintasan rel di Jalan Sholeh Iskandar yang sudah ditutup lebih dulu.

Penutupan perlintasan rel ini dikatakan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

Imbasnya, warga yang terbiasa melintasi kawasan itu kini terpaksa harus melewati jalan memutar yang lebih jauh dari biasanya.

Maka dari itu, warga berharap Pemkot Bogor juga membangun jembatan penyeberangan orang (JPO).

Salah seorang warga, Sukari (50), mengatakan bahwa pembangunan JPO penting agar warga tetap memiliki akses yang mudah menuju pasar, warung, maupun sekolah jika pelintasan ditutup. 

Karena jika ditutup tanpa ada JPO, warga yang biasa melintas harus memutar jauh.

"Lebih jauh, lebih susah deh. Kalau mau nyari makanan juga susah, atau mau ke warung ke sini susah. Kalau ditutup bangun JPO aja kayaknya," ujar Sukari, Minggu (2/8/2026).

Ia mengatakan, selama ini dirinya terbiasa menyeberang melalui pelintasan kereta untuk menuju pasar maupun menaiki angkutan umum trayek Pondokrumput-Pasar Anyar. 

Sukari juga menilai masih banyak pelajar yang menggunakan pelintasan tersebut karena dinilai lebih dekat dibanding harus melewati flyover. 

"Anak sekolah juga nanti lebih jauh. Harus jalan ke atas (flyover)," jelas dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan Pemkot Bogor berencana memasang pagar di pelintasan rel kereta api di kawasan RE Martadinata ini.

Menurut Dedie, penutupan tersebut akan dilakukan seperti pemagaran pelintasan rel di Jalan Sholeh Iskandar. 

"Ya yang selanjutnya nanti di Jalan Martadinata, di bawah flyover Martadinata, kita akan lakukan pemagaran juga," kata Dedie di Jalan Sholeh Iskandar, Rabu (29/7/2026).

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.