UMKM Kaltara Didorong Tembus Pasar Internasional, Pemprov Siapkan Strategi Khusus
Cornel Dimas Satrio August 02, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menyiapkan strategi besar untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu menembus pasar internasional.

Program ini dikemas dalam konsep Sinergi Kaltara, yang bertujuan menghubungkan UMKM lokal dengan kebutuhan investasi berskala besar, khususnya di kawasan industri Tanah Kuning.

Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto, menegaskan Kalimantan Utara memiliki modal besar untuk membangun keterhubungan antara sektor industri dan UMKM.

Kawasan industri Tanah Kuning dengan luas sekitar 10.100 hektare dan jumlah UMKM mencapai 51.840 pelaku usaha dinilai sebagai potensi yang belum sepenuhnya terhubung.

"Permasalahannya ini belum terhubung ke kawasan industri Tanah Kuning. Ini yang harus kita jembatani," kata Denny, Minggu (2/8/2026).

Denny mengingatkan bahwa lonjakan investasi Kaltara dari Rp11 triliun pada 2024 menjadi Rp30–39 triliun belum sebanding dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang hanya sekitar 3,2 persen.

"Uangnya ke mana? Kami meyakini uang ini larinya ke luar Kaltara. Masih dari Jawa, Sulawesi, mungkin juga dari Kaltim dan sebagainya," ujarnya.

Melalui Sinergi Kaltara, pemerintah ingin memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat dan UMKM lokal.

Baca juga: Kalimantan Utara Siapkan Konsep Sinergi Kaltara, Dorong UMKM Lokal Masuk Industri Tanah Kuning

Platform Kebutuhan Industri

Salah satu strategi yang disiapkan adalah membangun platform digital yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan UMKM.

"Misalnya mereka butuh daging sekian ton, nilainya sekian, standarnya sekian. Muncul daftar UMKM yang sudah memenuhi persyaratan. Kita punya UMKM, kalau ketemu transaksinya di situ," jelas Denny.

Dengan mekanisme ini, perusahaan diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.

Pemprov Kaltara juga berkomitmen meningkatkan standar UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

"Tugas kita bagaimana pelaku UMKM kita ini standarnya kita naikkan. Paling tidak mereka bisa bersaing dengan pasar lain dan mempunyai nilai jual," tutur Denny.

Ia menilai jika perputaran uang investasi bertahan di Kaltara, dampaknya akan merembet pada perekonomian daerah, termasuk pengendalian inflasi dan penyerapan tenaga kerja.

Target Pasar Global

Lebih jauh, Denny menegaskan arah Sinergi Kaltara bukan hanya memenuhi kebutuhan industri Tanah Kuning, tetapi juga menyiapkan UMKM untuk menembus pasar internasional.

"UMKM kita tidak usah main di nasional lagi, mainnya di internasional," tegasnya.
Menurutnya, Kaltara memiliki potensi bahan baku melimpah yang seharusnya diolah menjadi produk bernilai tambah sebelum dipasarkan keluar daerah.

Untuk merealisasikan strategi ini, Pemprov Kaltara menyiapkan instrumen kebijakan berupa rancangan peraturan daerah, peraturan gubernur, hingga surat keputusan gubernur.

Kerja sama dengan pengelola kawasan industri Tanah Kuning juga diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU).

"Alhamdulillah saat kita kunjungan ke KIPI mereka sangat welcome. Ketika saya presentasi dan sosialisasikan, mereka sangat terbantukan," kata Denny.

Ia berharap Sinergi Kaltara menjadi pola kolaborasi yang tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga dapat diadopsi daerah lain sesuai potensi masing-masing.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.