Nasib Dosen yang Diduga Buat Jessica Depresi, Batalkan Ujian Skripsi hingga 12 Kali
Noval Andriansyah August 02, 2026 07:38 PM

Tribunlampung.co.id, Kupang - Nasib oknum dosen penguji berinisial SKAL di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang kini berada di ujung tanduk.

Baca juga: Penyebab Jessica Sofia Alami Depresi 12 Kali hingga Batal Sidang Skripsi

Langkah tegas ini diambil pihak rektorat usai sang dosen diduga berulang kali membatalkan jadwal ujian skripsi mahasiswinya, Jessica Sofia Tunardjo, hingga 12 kali yang memicu depresi berat dan penanganan medis intensif.

Pimpinan FKM dan Rektorat Undana bergerak cepat membentuk tim investigasi internal untuk memanggil jajaran prodi, dosen pembimbing, hingga memanggil oknum dosen penguji SKAL guna mengusut tuntas indikasi kesewenang-wenangan akademik tersebut.

Dekan FKM Undana, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, menegaskan pihaknya memanggil seluruh pihak terkait untuk membongkar dinamika pelayanan akademik yang merugikan mahasiswa tersebut.

"Pimpinan fakultas telah memanggil jajaran ketua program studi, dosen pembimbing, hingga operator. Namun, pemanggilan resmi dosen penguji bersangkutan sempat tertunda karena yang bersangkutan tengah berduka," terang Prof. Apris, dilansir Tribunnews.com.

Ancaman Sanksi dan Evaluasi Akademik

Pihak Rektorat Undana melalui Wakil Rektor IV, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan kampus tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan psikologis maupun pelanggaran etika dalam pelayanan akademik.

Hasil investigasi ini nantinya menjadi dasar pemberian sanksi serta evaluasi total.

"Pada prinsipnya, Undana tidak mentoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apa pun yang terjadi di lingkungan kampus," tegas Prof. Philiphi.

DPRD NTT Minta Dosen 'Algojo' Ditindak Tegas

Sorotan tajam mengenai nasib sang dosen juga datang dari Komisi V DPRD NTT. Wakil Ketua Komisi V, Winston Rondo, meminta proses pemeriksaan terhadap oknum dosen SKAL dilakukan secara objektif, transparan, dan berkeadilan.

Winston menegaskan, tindakan oknum dosen yang membatalkan ujian hingga belasan kali tanpa alasan adil adalah bentuk penyalahgunaan wewenang akademik.

"Jangan sampai kewenangan akademik berubah menjadi kesewenang-wenangan akademik dari seorang dosen yang bertindak seperti 'algojo'. Ini menyangkut hak mahasiswa," tegas Winston.

Saat ini pihak rektorat mengimbau publik bersabar sembari memprioritaskan pemulihan kesehatan mental Jessica di rumah sakit sebelum mengumumkan sanksi atau tindakan resmi terhadap dosen penguji bersangkutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.