Ratusan Grup Bantengan Tampil dalam Festival Bantengan Nuswantara 2026 di Kota Batu
Eko Darmoko August 02, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Ratusan grup bantengan dari Malang Raya dan sekitarnya mengikuti Festival Bantengan Nuswantara di Kota Batu, Minggu (2/8/2026).

Begitu tiba di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, aroma menyan, dupa dan bunga tujuh rupa yang identik digunakan saat pertunjukan bantengan, telah tercium dari kejauhan.

Selain wangi menyan, dupa dan bunga tujuh rupa, asap api yang disemburkan para peserta bantengan juga menambah kesan mistis dari pertujukan tahunan ini.

Tak berhenti di situ, sejumlah peserta bantengan tampak seperti kesurupan hingga membuat kepala banteng yang terbuat dari kayu itu melaju tak terkendali alias mberot.

Panitia Bantengan Nuswantara, Anjani mengatakan, para peserta berasal dari Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Mojokerto, Kediri dan Blitar dengan jumlah keseluruhan sebanyak 150 grup.

Baca juga: Cerobong Asap Kuno dan Gua Jepang Peninggalan Perang Dunia II, Bisa Jadi Potensi Wisata Kota Batu

“Untuk tahun ini Bantengan Nuswantara murni diselenggarakan oleh masyarakat bantengan sendiri."

"Tahun-tahun sebelumnya ada kolaborasi dengan pemerintah,” kata Anjani kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (2/8/2026).

Rute yang dilalui mulai dari Kawasan Stadion Gelora Brantas, kemudian menuju Jalan Agus Salim dan start dari Jalan Gajah Mada.

Dari Jalan Gajah Mada, peserta kemudian melanjutkan parade hingga depan Rumah Dinas Wali Kota Batu di Jalan Panglima Sudirman.

Anjani menjelaskan antusiasme peserta dari luar negeri meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya yang hadir didominasi para seniman luar negeri, mereka juga mengajak rekan-rekannya sebagai wisatawan.

“Animo dari luar negeri meningkat. Ada sekitar 18 tamu mancanegara dan mereka memang datang ke Kota Batu untuk menyaksikan Bantengan Nuswantara ini,” ujarnya.

Sebanyak 18 tamu mancanegara di antaranya berasal dari Maroko, Australia, Chile, Jepang dan Malaysia.

Pihaknya menilai kesuksesan acara tersebut tak hanya dari antusiasme ribuan masyarakat yang datang menyaksikan disepanjang Jalan Panglima Sudirman saja, tapi juga mendorong perekonomian masyarakat Kota Batu, khususnya pelaku UMKM yang berjualan selama acara berlangsung.

Baca juga: Sempat Terbengkalai, Situs Patirtaan Ngawonggo di Malang Kini Jadi Destinasi Wisata

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.