Ketua TP PKK Sikka Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Bersama Dinas P2KBP3A
Oby Lewanmeru August 02, 2026 04:41 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan perlindungan anak melalui sinergi lintas sektor. 

Bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, TP PKK Kabupaten Sikka menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Perlindungan Anak yang menyasar tujuh desa binaan Yayasan Flores Children Development (FREN), bertempat di Aula Kantor Desa Namangkewa, Sabtu (1/8/2026).

Ketujuh desa tersebut meliputi Desa Namangkewa, Desa Kopong, Desa Seusina, Desa Baomekot, Desa Hewokloang, Desa Kajowair, dan Desa Hoder. 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sikka dengan Yayasan FREN sebagai mitra yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam pemenuhan hak-hak anak di tingkat desa.

Baca juga: PKK Sikka Wujudkan Sikka Layak Anak, Perkuat Sinergi Perlindungan Anak bersama

Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun sistem perlindungan anak yang efektif, sekaligus memperkuat kesadaran, kepedulian, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., menegaskan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan desa. 

Menurutnya, keberadaan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) menjadi garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak.

"Anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Melalui penguatan kapasitas ini, saya berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, PATBM, lembaga swadaya masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat semakin kuat dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya secara utuh, termasuk hak atas perlindungan," ujar Ny. Fista.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap anak serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran hak anak di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, menyampaikan bahwa keberhasilan perlindungan anak sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. 

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

"Kami terus mendorong penguatan kapasitas kader PATBM di desa agar mampu menjadi pelopor dan penggerak dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Pendekatan berbasis masyarakat terbukti menjadi strategi yang efektif karena langsung menyentuh lingkungan tempat anak bertumbuh," katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), jajaran Pengurus TP PKK Kabupaten Sikka, Project Manager Yayasan FREN, perangkat desa, kader PATBM, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok remaja, serta berbagai unsur masyarakat dari tujuh desa sasaran.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan perlindungan anak di tingkat desa.

Selain itu, termasuk upaya membangun mekanisme pelaporan yang cepat, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. 

Perlindungan anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Sikka dapat tumbuh, berkembang, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.