Penyaluran TKD di Kalsel Tembus Rp9,58 Triliun
Irfani Rahman August 02, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) di Kalsel telah mencapai Rp9,58 triliun atau 52,75 persen dari total pagu sebesar Rp18,17 triliun.

Kepala DJPb Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan penyaluran TKD menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan di daerah.

Dana tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan pemerintah daerah guna mempercepat pelaksanaan program prioritas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Penyaluran TKD merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada daerah agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal," ujarnya.

Berdasarkan data hingga akhir Juni 2026, Kabupaten Barito Kuala menjadi daerah dengan realisasi penyaluran tertinggi, yakni mencapai 56,58 persen dari pagu yang diterima. 

"Sebaliknya, Kabupaten Balangan mencatat realisasi terendah sebesar 48,51 persen," katanya.

Baca juga: Penerimaan Pajak Kalsel Capai Rp6,244 Miliar, Alami Pertumbuhan 36,09 Persen

Dari sisi jenis transfer, Dana Alokasi Umum (DAU) masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi mencapai Rp6,15 triliun atau 56,80 persen dari pagu Rp10,82 triliun. Nilai tersebut berkontribusi lebih dari separuh total penyaluran TKD di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, papar Catur, Dana Bagi Hasil (DBH) telah tersalurkan sebesar Rp1,62 triliun atau 39,72 persen dari pagu Rp4,09 triliun.

Penyaluran DBH didominasi oleh Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batubara yang mencapai Rp1,35 triliun atau sekitar 83,09 persen dari total realisasi DBH.

Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Catur mengungkapkan, realisasinya mencapai Rp10,43 miliar atau 18,51 persen dari pagu Rp56,31 miliar. 

Penyaluran tersebut telah dilakukan di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Barito Kuala, Balangan, serta Kota Banjarbaru.

Adapun DAK Nonfisik telah terealisasi sebesar Rp1,35 triliun atau 50,48 persen dari pagu Rp2,67 triliun. Penyaluran terbesar berasal dari Tunjangan Guru ASN Daerah sebesar Rp785,57 miliar dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp410,05 miliar.

Di antara seluruh jenis TKD, Dana Desa mencatat kinerja penyaluran tertinggi. Hingga akhir Juni 2026, Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp454,60 miliar atau 85,81 persen dari pagu Rp531,65 miliar.

Dari 1.871 desa penerima Dana Desa di Kalimantan Selatan, penyaluran tahap pertama hanya menyisakan satu desa yang belum menerima dana. 

Sementara penyaluran tahap kedua telah menjangkau 1.385 desa dan telah berlangsung di seluruh pemerintah daerah. 

Bahkan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tabalong telah menuntaskan penyaluran Dana Desa tahap kedua kepada seluruh desa di wilayahnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)


Foto Muhammad Tabri
Jembatan rumpiang salah satu ikon Marabahan.  Kabupaten Barito Kuala (batola) menjadi  Penyaluran TKD tertinggi di Kalsel

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.